SSI Indonesia, Wadah Terwujudnya Sektor Rempah Berkelanjutan

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Hari  ini,  sebuah  wadah  untuk  sektor  rempah  berkelanjutan  di  Indonesia  bernama Sustainable  Spices  Initiative  Indonesia  (SSI-I)  diluncurkan  secara  resmi.

SSI  Indonesia  akan  menjadi  wadah  strategis bagi  para  pemangku  kepentingan  di  bidang  rempah-rempah  untuk  menyalurkan  beragam  inisiatif    guna  memastikan terwujudnya  sektor  rempah  berkelanjutan  di  Indonesia.

Dalam  sambutannya,  Dr.  Ir.  Musdhalifah  Machmud,  M.T,  Deputi  Bidang  Koordinasi  Pangan  dan  Agribisnis, Kementerian  Koordinator  Bidang  Perekonomian  menyampaikan  dukungannya  terhadap  lahirnya  SSI  Indonesia yang  terhubung  langsung  dengan  SSI  di  tingkat  global.

“Kami  harap  wadah  ini  bisa  memunculkan  berbagai  inisiatif  baru  yang  dapat  berkontribusi  pada  peningkatan  sektor pangan  dan  agribisnis.  Utamanya  untuk  pemberdayaan  petani  kecil  dan  meningkatkan  akses  peluang  pasar  yang berdampak  positif  pada  kehidupan  petani dan  lingkungan,”  tambah  Musdhalifah.

Selanjutnya,  komitmen  pemerintah  untuk  mewujudkan  rempah-rempah  berkelanjutan  di  Indonesia  diwujudkan secara  nyata  dengan  penandatanganan  nota  kesepahaman  antara  Kementerian  Pertanian  RI  dengan  SSI  Indonesia tentang  ‘Pengembangan  Komoditas  Rempah  dan  Tanaman  Obat  Secara  Berkelanjutan  dalam  Mendukung  Ekspor’ yang  telah  dilakukan  pada  23  Maret  2021  lalu.

“Saya  berharap  implementasi  kerjasama  yang  mengacu  pada  nota  kesepahaman  ini  dapat  meningkatkan  nilai tambah,  daya  saing  serta  akses  pasar,  meningkatan  volume  serta  nilai  ekspor  komoditas  rempah  dan  tanaman  obat di  Indonesia  di  pasar  internasional,”  jelas  Ir  Dedi  Junaedi,  M.Sc.,  Direktur  Pengolahan  dan  Pemasaran  Hasil Perkebunan,  Kementerian  Pertanian.

Platform  nasional  sektor  rempah  di  beberapa  negara  telah  berhasil  membuktikan  kemitraan  yang  kuat  untuk menyelaraskan penyelesaian berbagai masalah di sektor ini.

Selain itu, sudah ,saatnya pelaku sektor rempah-rempah menjadikan  ‘kelestarian  lingkungan’  sebagai  strategi  jangka  panjang.   Pembentukan  wadah  ini  bertujuan  untuk  menjamin  ketersediaan  produk  yang  cukup  di  masa  mendatang  dan penekanan  kepada  hubungan  satu  sama  lain  sebagai  masyarakat  global.

“Kita  harus  menyelesaikan  permasalahan bersama  terkait  rendahnya  pendapatan  petani,  dampak  perubahan  iklim,  minimnya  inovasi  praktik  bertani,  diantara permasalahan  isu  keberlanjutan  lainnya  di  sektor  rempah-rempah.  Dengan  kata  lain,  bisnis  di  sektor  rempah  akan berhasil  jika  dilakukan  secara  inklusif  dan  bertanggung  jawab,”  tutur  Alfons  Van  Gulick,  Ketua  Sustainable  Spices Initiative  Global.

Adapun  pembentukan  SSI  Indonesia  didasari  oleh  pentingnya  suatu  kolaboraborasi  dan  kerja  sama  antar  pemangku kepentingan  dalam menghadapi tantangan di sektor rempah-rempah di Indonesia. Permasalah tersebut diantaranya adalah  kurangnya  fasilitas  dan  alat  untuk  bertani  yang  lebih  baik,  adanya  hama  dan  penyakit,  dampak  akibat perubahan  iklim,  pengetahuan  petani  yang  minim  tentang  praktik  baik  budidaya  rempah,  tuntutan  pasar  global untuk  rempah-rempah  yang  berkelanjutan,  hingga  berkurangnya  jumlah  petani  karena  profesi  ini  belum  bisa menunjang  kesejahteraan  yang  lebih  baik.

Dippos  Naloanro  Simanjuntak,  Ketua  SSI  Indonesia,  menambahkan  bahwa  ke  depannya  peluang  pasar internasional  untuk  rempah  yang  berkelanjutan  sangat  terbuka  untuk  Indonesia.

“Selain  tujuan  ekonomi,  SSI Indonesia  ingin  agar  sektor  rempah  dapat  memberikan dampak keberlanjutan bagi kehidupan sosial dan lingkungan. Ini  sangat  sejalan  dengan  tujuan  pembangunan  berkelanjutan  yang  menjadi  agenda  PBB.”

Terdapat  lima  isu  proritas  yang  menjadi  perhatian  SSI  Indonesia  yaitu,  1)  peningkatan  pendapatan  petani,  2) peningkatan  good  agricultural  practices,  3)  terciptanya  model  perdagangan  yang  adil  dan  menguntungkan  petani,   4.) memastikan  implementasi  kebijakan  pertanian  berkelanjutan  dengan  dukungan  sektor  swasta  dan  pemangku kepentingan  lainnya,  serta  5)  peningkatan  layanan  laboratorium.

Lebih  lanjut  Dippos  menjelaskan  akan  terdapat  lima  area  fokus  kerja  sama  yang  akan  dilakukan  SSI  Indonesia  dengan Kementerian  Pertanian  RI  untuk  sektor  rempah  berkelanjutan.    Pertama,  meningkatkan  akses  pasar  global  terhadap rempah-rempah  yang  berkelanjutan.  Kedua,  mempromosikan  praktik  berkelanjutan  dan  mata  pencaharian  petani yang  lebih  baik.  Ketiga,  mendorong  generasi  muda  sebagai  petani.  Keempat,  meningkatkan  nilai  tambah  rempah dan  produk  turunannya. Terakhir,  meningkatkan  infrastruktur  kualitas  ekspor. Untuk  mencapai  misinya,  SSI  Indonesia  telah  membuat  peta  jalan  yang  akan  dilakukan  selama  lima  tahun  ke  depan, mulai  2020  hingga  2025.

Pada  tahun  2025,  SSI  Indonesia  menargetkan  kenaikan  pendapatan  petani  minimal  10%, meningkatkan  praktik  good  agricultural  practices,  melakukan  model  bisnis  yang  berkelanjutan,  memperkuat kebijakan  untuk  rempah  berkelanjutan  dan  meningkatkan  ekspor  rempah  Indonesia  sebanyak  tiga  kali.   Dalam rangka mencapai peta jalannya, SSI Indonesia membentuk tiga kelompok kerja (working group), sebagai salah satu  upaya  untuk  mengajak  partisipasi  aktif  anggota-anggota  SSI  Indonesia.  Ketiga  working  group  tersebut  adalah working  group  pertama  yang  fokus  pada  dampak  sosial,  working  group  kedua  yang  fokus  pada  pertanian berkelanjutan  dan  ketahanan  pangan  dan  working  group  yang  ketiga  fokus  pada  akses  pasar.

“Untuk  mengimplementasikan  peta  jalan  SSI  Indonesia  di  lima  tahun  ke  depan,  tentunya  SSI  Indonesia  memerlukan dukungan  dari  semua  pihak,  khususnya  pemerintah,  sektor  swasta,  NGO,  mitra  pembangunan,  akademisi,  lembaga penilitian  dan  juga  organisasi  atau  komunitas  petani.  Kami  percaya  kolaborasi  tersebut  adalah  kunci  untuk dimulainya  perjalanan  menuju  sektor  rempah  berkelanjutan  di  Indonesia,”  tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini