Bulog Kebut Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

0
Dirut Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani berfoto bersama dengan Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/3).

Perum Bulog mulai mempercepat penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 dengan skema distribusi serentak di seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, realisasi penyaluran masih berada pada tahap awal dibandingkan total alokasi yang disiapkan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, secara nasional alokasi bantuan pangan mencapai 664.888 ton beras dan 132.977 kiloliter minyak goreng Minyakita. Namun, hingga hari ini realisasi penyaluran baru sekitar 9.000 ton beras dan 2.400 ton minyak goreng.

“Alhamdulillah ini akan terus berlanjut sampai selesai penyalurannya, bahkan nanti mungkin setelah Idul Fitri kami tetap salurkan kepada masyarakat sesuai data DTSN dari Kementerian Sosial,” ujarnya pada acara peluncuran bantuan pangan di Jakarta Utara, Rabu (18/3).

Dari sisi penerima, penyaluran bantuan pangan saat ini telah menjangkau hampir 8 juta keluarga penerima manfaat dari total target lebih dari 32 juta penerima di seluruh Indonesia.

Bulog pun kini menggenjot percepatan distribusi dengan pola penyaluran serentak melalui seluruh kantor wilayah dan cabang. Penyaluran dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan desa dengan melibatkan berbagai pihak di daerah.

“Dengan harapannya serentak ini akan lebih masif. Sehingga, ini otomatis nanti akan mempercepat disampaikannya. Dalam 1-2 hari ini mudah-mudahan bisa mencapai sekitar 50 sampai 60 persen dari harapannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan sempat tertunda karena minyak goreng diprioritaskan untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Mengingat bantuan mencakup beras dan minyak, penyaluran dilakukan setelah keduanya tersedia.

“Minyakkita yang untuk bantuan pangan ini agak terlambat. Khusus bantuan pangan kita berikan bersamaan dengan minyak dan berasnya. Nanti kalau berasnya dulu nggak ada minyaknya nggak masak juga mereka,” ujarnya.

Meski demikian, Bulog memastikan pasokan minyak goreng Minyakita di pasar tetap aman dan harga terjaga di kisaran Rp15.700 per liter berkat dukungan produsen dan distribusi yang merata.

Selain itu, Bulog juga menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman. Hingga saat ini, cadangan beras yang dikuasai Bulog telah mencapai sekitar 4,2 juta ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

“Masyarakat tidak perlu panic buying karena stok cukup banyak dan bisa meng-cover kebutuhan sampai akhir tahun,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, bantuan pangan tetap disalurkan setiap dua bulan sekali sesuai dengan kebijakan pemerintah. Sementara kualitas komoditas yang diberikan dipastikan sesuai standar, yakni beras medium dengan kadar air 14 persen serta minyak goreng Minyakita sesuai ketentuan.

Di sisi lain, Bulog juga mencatat serapan gabah petani hingga saat ini telah mencapai sekitar 1,38 juta ton atau sekitar 28 persen dari target 4 juta ton. Angka ini ditargetkan dapat terus meningkat dan rampung sebelum pertengahan tahun.

Dengan percepatan distribusi yang kini dilakukan secara masif, Bulog optimistis penyaluran bantuan pangan kepada puluhan juta penerima dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini