Mentan Amran Sebut Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah

0
anak sekolah dasar menerima makan bergizi gratis
Anak sekolah dasar menerima program makan bergizi gratis. Dok: Setneg

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.

Demikian disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPDMBGI), Senin (6/4).

“MBG jangan lihat berdiri sendiri. Yang pertama MBG ini penggerak ekonomi di desa. Jadi menggerakkan ekonomi yang hortikultura sayur-sayuran, kemudian penjual ayam, penjual telur, ini bergerak semua dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.

Di samping itu, Program MBG juga menjadi investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.

“Kalau secara politik itu tidak menguntungkan karena anak SD, anak TK, anak SD, SMP, SMA, dia belum pemilihan kalau kita mau pemilihan 2029, itu enggak ikut kan? Artinya ini betul-betul gagasan Bapak Presiden untuk generasi muda ke depan supaya cerdas-cerdas dan seterusnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Mentan Amran menegaskan, kemampuan stok pangan nasional, terutama beras mendukung kelancaran Program MBG. Saat ini, cadangan beras nasional mencapai sekitar 4,5 juta ton.

“Dengan produksi yang meningkat dan cadangan yang kuat, kita pastikan stok pangan aman untuk mendukung kebutuhan besar program MBG,” tegasnya.

Kementan juga telah menyiapkan langkah strategis dari hulu hingga hilir, mulai dari menjamin ketersediaan bahan baku pangan, memperkuat distribusi ke dapur-dapur MBG, menjaga stabilitas harga, hingga mendorong keterlibatan petani dan pelaku usaha lokal.

“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama agar program ini berjalan optimal,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, APPDMBGI melaporkan telah terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota, dengan jaringan dapur yang terus berkembang di seluruh Indonesia.

Kehadiran asosiasi ini dinilai strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Lebih jauh, Mentan Amran menekankan bahwa MBG merupakan solusi konkret untuk menekan angka stunting sekaligus memperkuat fondasi pembangunan SDM nasional.

“Kalau anak-anak kita sehat dan cukup gizi, maka ke depan mereka akan menjadi generasi yang kuat. Ini fondasi menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keadilan dalam ekosistem usaha, khususnya antara pelaku usaha besar dan kecil.

“Yang besar jangan menekan yang kecil. UMKM harus dibina dan diperkuat. Ini program rakyat, manfaatnya harus dirasakan bersama,” tambahnya.

Kementan optimistis, dengan dukungan lintas sektor, peningkatan produksi, serta cadangan beras nasional yang kuat, Program MBG akan berjalan berkelanjutan dan menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini