
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyebut lonjakan jumlah hewan kurban pada Iduladha 2026 menjadi salah satu tanda kondisi ekonomi Indonesia berada dalam keadaan baik di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Hal itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami’ Nurul Iman Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Rabu (27/5).
Sudaryono mengatakan tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban menunjukkan kondisi Indonesia masih stabil di tengah situasi global yang dipenuhi konflik dan perang di berbagai negara.
Dia menjelaskan, secara nasional jumlah hewan kurban pada Iduladha tahun ini mencapai sekitar 3,5 juta ekor, sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya sekitar 2,4 hingga 2,5 juta ekor.
“Jadi ada surplus sekitar 800 atau 900.000 ton. Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezeki-Nya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat situasi sulit perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik,” kata Sudaryono.
Menurut dia, kondisi tersebut perlu disyukuri karena pemerintah terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan nasional di tengah tekanan global.
“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik. Pemerintah, Presiden, para menteri dan seluruh perangkatnya bekerja keras supaya kondisi negara kita dalam keadaan baik dan berjalan dengan tenang,” ujarnya.
Sudaryono juga mencontohkan peningkatan jumlah hewan kurban di Masjid Jami’ Nurul Iman Kementan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 jumlah kurban tercatat dua ekor sapi dan 15 ekor kambing, kemudian meningkat menjadi sembilan ekor sapi dan 10 ekor kambing pada 2025.
“Sementara tahun 2026 totalnya menjadi 41 ekor sapi dan delapan ekor kambing. Jadi jauh lebih banyak sapinya dibanding kambingnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Sudaryono turut meminta seluruh proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara higienis dan sesuai standar kesehatan hewan.
Mas Dar, sapaan Sudaryono meminta Juru Sembelih Halal (Juleha) memastikan kondisi hewan tetap sehat sebelum disembelih serta menjaga kebersihan selama proses penyembelihan berlangsung.
“Saya yakin pasukan ini di seluruh Indonesia sudah paham apa yang harus dilaksanakan. Tolong seluruh penyembelihan hewan ini dilakukan dengan higienis, dengan baik, bersih,” imbuh dia.
Sementara itu, Sementara, itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda melaporkan ketersediaan hewan kurban secara nasional pada Iduladha 2026 berada dalam kondisi cukup, aman, dan terkendali.
Menurut Agung, total prognosa ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor yang terdiri atas 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.
“Sementara proyeksi kebutuhan nasional untuk penyembelihan hewan kurban sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” kata Agung.
Dia juga mengungkapkan jumlah sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Prabowo Subianto pada tahun ini mencapai lebih dari 1.000 ekor.
Menurutnya, bantuan tersebut terdiri atas sekitar 600 ekor sapi untuk provinsi, kabupaten/kota, dan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta 421 ekor lainnya disalurkan untuk lokasi khusus termasuk istana dan organisasi kemasyarakatan.
“Alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981 ekor, sekarang 1.000 lebih,” ujarnya.
Agung mengatakan bantuan sapi kurban tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap masyarakat dan peternak di momentum Iduladha.
Selain itu, Agung juga melaporkan pelaksanaan dam haji di dalam negeri terus meningkat. Pada tahun lalu jumlah kambing yang disembelih dalam program dam haji mencapai sekitar 10 ribu ekor, sedangkan pada tahun ini meningkat menjadi 32.691 ekor.
Reporter: Supianto





























