Kementan Dukung Harga Ayam Hidup Rp19.500 per Kg di Tingkat Peternak

0
ayam-hidup
Ayam hidup yang siap untuk dipanen. Dok: Ist

Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung komitmen pelaku usaha dan asosiasi perunggasan dalam penetapan harga ayam hidup (livebird) sebesar Rp19.500 per kilogram untuk bobot 1,8 kilogram ke atas di tingkat peternak.

Dalam beberapa waktu terakhir terjadi penurunan harga baik ayam hidup maupun telur di tingkat peternak. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan (Dirjen PKH), Agung Suganda, mengatakan kondisi ini menjadi perhatian pemerintah untuk segera ditangani.

Karena itu, sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Kementan mendorong pelaku perunggasan nasional bersama kementerian dan lembaga terkait mengambil langkah-langkah strategis agar harga ayam dan telur di tingkat peternak setidaknya mendekati harga acuan pembelian (HAP).

Ia menyebut sebelumnya telah dilakukan pertemuan dengan seluruh asosiasi peternak ayam petelur yang menyepakati upaya bersama untuk meningkatkan harga telur agar mendekati HAP.

“Hari ini kembali kami melakukan pertemuan dengan kementerian lembaga terkait dan seluruh asosiasi, kemudian perusahaan peternakan ayam broiler juga koperasi, untuk bersama-sama menetapkan harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak di angka Rp19.500 per kilogram,” ujar Agung di Jakarta, Rabu (20/5).

Agung mengakui bahwa angka tersebut masih di bawah harga acuan pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp25.000 per kilogram, meski demikian ia menilai harga Rp19.500 masih dapat diterima oleh pelaku usaha.

“Harga Rp 19.500 ini merupakan harga psikologis dan tentu akan mengikuti juga tergantung ukuran di lapangan tetapi dengan Rp19.500 ini adalah merupakan harga yang bisa diterima oleh seluruh pelaku dan tentu ini akan menjaga keberlanjutan dari produksi ayam ras kita,” ujarnya.

Kementan sebelumnya telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau pelaku usaha menyerap ayam hidup peternak di harga Rp.19.000 kilogram untuk semua jenis bobot panen. Namun, setelah dilakukan evaluasi akibat kenaikan harga pakan dan biaya logistik, harga tersebut kemudian disesuaikan dan disepakati menjadi Rp 19.500.

“Karena ada kenaikan harga pakan, logistik yang juga agak naik sehingga ditetapkan dan disepakati Rp 19.500 sebagai harga yang disepakati untuk penjualan ayam hidup di tingkat peternak,” ujarnya

Agung juga mendorong peternak rakyat dan mandiri untuk terus menjaga keberlanjutan produksi. Ia menilai produksi perunggasan nasional saat ini terus meningkat, namun harus diimbangi dengan permintaan pasar agar tidak terjadi kelebihan pasokan.

Karena itu, ia mengimbau peternak, khususnya peternak ayam petelur, untuk tidak memperpanjang masa afkir dan mulai melakukan afkir pada usia sekitar 100 minggu agar produksi lebih terkendali.

Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi menyampaikan bahwa penurunan harga yang terjadi belakangan dipicu oleh kepanikan pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dimana peternak cenderung melakukan panen lebih awal secara bersamaan, yang kemudian menekan harga secara signifikan.

“Harga Rp19.500 adalah angka yang realistis dan secara bertahap akan bergerak naik menuju harga acuan. Ini adalah langkah awal yang perlu kita perjuangkan bersama. Saya yakin kita optimis akan lebih baik dan lebih sejahtera dengan harga hari ini yang sudah lebih baik dari kemarin. Mari kita dukung sehingga sukses bersama,” ujar Asrokh.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Muhlis Wahyudi, juga memastikan asosiasi siap mengawal implementasi harga kesepahaman tersebut di lapangan.

“Kami akan menginstruksikan anggota kami wilayah seluruh Jawa segera untuk mengawal dan mensukseskan. Besok harus jalan di ukuran 1,8 kilogram ke atas,” kata Muhlis.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, menyambut hasil rapat ini sebagai kabar gembira bagi peternak rakyat. Ia menegaskan bahwa meskipun Rp19.500 belum mencapai Harga Pokok Produksi peternak rakyat, angka ini lebih baik dari kondisi sebelumnya.

“Ini adalah harga dasar awal. Kemarin harga masih di Rp18.000, bahkan ada yang di bawah Rp18.000. Ini adalah kabar baik untuk peternakan rakyat Indonesia. Semoga harga ini terus membaik hingga puncaknya menjelang Idul Adha, dan harapan kami Harga Acuan Rp25.000 bisa tercapai,” ujar Kusnan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini