Inflasi Turun, Mentan Amran Buktikan Stok Pangan Nasional Aman

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Pasar Palembang Jaya Km 5, Sumatera Selatan, pada Jumat (5/9).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan, kondisi pangan nasional saat ini berada dalam tren positif. Hal ini terlihat dari angka inflasi nasional yang turun dari 2,37 persen menjadi 2,31 persen (year on year).

Hal itu disampaikan Mentan Amran saat meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Pasar Palembang Jaya Km 5, Sumatera Selatan, pada Jumat (5/9).

Berdasarkan hasil tinjauan di pasar tersebut, terlihat harga sejumlah komoditas pangan utama relatif stabil bahkan menurun.

“Kami pantau bersama Pak Mendagri, kami kolaborasi untuk menstabilkan harga. Yang terjadi adalah inflasi turun 2,37 menjadi 2,31. Ini jadi salah satu indikasi bahwa pangan kita sudah mulai stabil,” ujar Mentan Amran.

Lebih lanjut, ia menegaskan, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras melalui Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah.

“Kita juga lakukan operasi pasar besar-besaran, kita siapkan 1,3 juta ton. Dan bahan pokok yang dijual GPM harganya lebih terjangkau bagi masyarakat Ini terus kita dorong,” tutur Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran penurunan inflasi ini tidak lepas dari peningkatan produksi dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional naik lebih dari 3 juta ton dibanding periode yang sama tahun lalu.

Bahkan, lanjut Mentan Amran, estimasi Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton.

“Ini patut kita syukuri. Tahun lalu kita masih mengimpor beras hampir 4 juta ton. Namun, tahun ini, dengan stok yang melimpah lebih dari 4 juta ton, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa impor,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri Tito menjelaskan bahwa tren penurunan inflasi salah satunya didorong oleh langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Secara nasional angka inflasi menurun dari 2,37 persen menjadi 2,31 persen (yoy). Penyumbang utamanya adalah komoditas pangan, utamanya adalah cabai rawit. Tapi ada juga beberapa komoditas yang menurun karena intervensi pemerintah,” katanya.

Tito menekankan, beras sebagai komoditas pangan utama rakyat berada dalam kondisi stok yang aman dengan distribusi yang berjalan lancar oleh Bulog. Melalui program SPHP, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih murah.

“Beras ini komoditas rakyat yang utama. Stoknya cukup banyak. Bulog sudah menjual keluar melalui SPHP dengan distribusi cukup lancar ke berbagai tempat,” ungkapnya.

Tito optimistis penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP dapat berkontribusi menstabilkan harga beras. Ia mendorong penyaluran tersebut dapat terus dimasifkan.

“Beras SPHP ini tidak hanya murah, tapi kualitasnya bagus. Dengan beras SPHP makin gencar dilakukan oleh Bulog atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami harapkan harga beras di beberapa daerah yang naik itu bisa turun, sementara yang sudah stabil dapat terjaga,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini