Kementan dan Kadin Klarifikasi Kabar Investor China Garap Industri Ayam Petelur Indonesia

0
Telur ayam ras yang baru dipanen
Peternakan ayam peter. Dok: Ist

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meluruskan informasi terkait kabar masuknya investor asal China ke industri peternakan ayam petelur di Indonesia dari sektor hulu hingga hilir.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Agung Suganda telah meminta Kadin untuk memberikan klarifikasi atas informasi yang ramai diperbincangkan di kalangan peternak layer.

“Kemudian juga pada rapat hari ini juga termasuk mengklarifikasi terkait dengan pemberitaan di mana ada rencana investor China yang akan melakukan investasi di peternakan ayam petelur,” Agung saat ditemui  di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5).

Agung mengatakan, klarifikasi tersebut penting agar para pelaku usaha peternakan di dalam negeri mendapatkan informasi yang valid dan akurat

“Tadi juga sudah dijelaskan oleh Pak Cecep dari perwakilan dari Kadin, dan tentu ini untuk bisa memberikan informasi yang valid, yang akurat bagi para peternak layer khususnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Peternakan, Cecep M. Wahyudin mengatakan, informasi yang beredar terkait investasi besar-besaran China di Industri peternakan ayam petelur berlebihan dan terlalu dini.

“Kenyataannya bahwa Kadin itu kan pintu dan juga jendela para investor maupun para pelaku usaha yang ada di Indonesia baik lokal maupun luar. Tentu kami menerima siapapun tamu yang datang,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa pembicaraan dengan delegasi dari Negeri Tirai Bambu masih sebatas tahap awal penjajakan dan sosialisasi.

“Jadi masih tahap sosialisasi. Jadi tidak ada rencana pengembangan sampai sebesar apa yang diberitakan,” tegasnya.

Menurutnya, Kadin memahami kondisi pasokan dan permintaan industri perunggasan nasional sehingga setiap rencana investasi akan mempertimbangkan kondisi peternak dalam negeri.

“Kadin juga tentu sangat memahami supply demand-nya seperti apa, kondisinya seperti apa, karena selama ini Kadin dengan beberapa kementerian khususnya Kementerian Pertanian ini terus melakukan komunikasi,” tuturnya.

Cecep menambahkan, Kadin selama justru aktif mendorong penguatan peternak rakyat dan perluasan pasar ekspor telur. Salah satunya melalui penjajakan ekspor telur ke Singapura yang dilakukan bersama pemerintah.

“Jejak digital juga jelas kok, setahun lalu Kadin mengadakan kunjungan ke Singapura, kami menjajaki untuk kemungkinan pasar ekspor ke Singapura untuk telur. Karena kan memang Singapura selama ini sumber utamanya hanya dari Malaysia dan di beberapa negara Asia lainnya,” katanya.

Tidak sampai di sana, Kadin beserta dengan Kementan dan Kementerian Koperasi terus menggenjot upaya mempercepat dan memperbesar peternak rakyat.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini