Mentan Amran Proyeksikan Stok Beras RI Tembus 5,5 Juta Ton

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers saat mengecek Gudang Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memproyeksikan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,5 juta ton pada akhir bulan ini, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Alhamdulillah hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan bulan depan bisa mencapai atau akhir bulan 5,5 juta ton,” ujarĀ  Mentan Amran saat mengecek Gudang Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5).

Mentan Amran menegaskan, capaian sektor pertanian saat ini tidak hanya terlihat dari stok beras, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi pertanian.

Tokoh dari Sulawesi Selatan itu menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) petani saat ini merupakan yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sementara pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian melonjak dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen.

ā€œIni sangat tinggi. Jadi, kita mengukur kesejahteraan, mengukur stok itu berdasarkan data, bukan rasa, menggunakan rasio,ā€ tegas Mentan Amran.

Ia mengatakan, data produksi beras nasional juga diperkuat lembaga nasional maupun internasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton.

Angka tersebut juga diperkuat data Food and Agriculture Organization yang memproyeksikan produksi mencapai 36 juta ton serta data United States Department of Agriculture yang mencatat produksi 34,6 juta ton.

“Jadi, tiga data dunia dari dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34 juta ton dan itu surplus 4 juta ton. Bukan kata kementerian pertanian bukan kata menteri pertanian,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, kesamaan data dari berbagai lembaga tersebut menjadi bukti kuat bahwa produksi beras nasional memang mengalami peningkatan signifikan.

“Nah ini kita mungkin harus percaya, kenapa putra terbaik sektor pertanian di dunia, ada di FAO, ada di Amerika, ada di pertanian dengan lembaganya, itu mengatakan produksi kita 34,6 juta ton. Ini acuan kita itu,” ujarnya.

Ia juga membandingkan capaian stok beras saat ini dengan era swasembada pangan tahun 1984 saat Presiden Soeharto menerima penghargaan dari FAO. Saat itu, stok Bulog tercatat 2,6 juta ton, sedangkan kini telah mencapai 5,3 juta ton di era Presiden Prabowo Subianto.

“Sekarang di era Bapak Prabowo kita mencapai puncaknya 5,3 juta ton dan penghargaan dari FAO dua kali kita terima berturut-turut.Ā  Sudah dua penghargaan tertinggi dari FAO kita terima,” ujarnya.

Capaian stok beras yang tinggi tersebut, sambungnya, diraih hanya dalam waktu satu tahun lebih dan telah diumumkan secara resmi oleh BPS.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini