
Perum Bulog menerapkan tiga skala prioritas dalam penyaluran bantuan pangan tanggap darurat bagi wilayah terdampak bencana banjir, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Prioritas utama diberikan kepada daerah yang benar-benar terisolir, disusul wilayah yang paling membutuhkan, serta daerah yang terpapar bencana.
Direktur Utama Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.
“Diprioritaskan kepada daerah-daerah yang betul-betul terisolir yang pertama. Kemudian yang kedua betul-betul daerah-daerah yang betul membutuhkan, dan kemudian yang ketiga yang daerah yang terpapar,” ujar Rizal di Jakarta, Jumat (10/1).
Selain menetapkan skala prioritas, Rizal menjelaskan, Bulog juga meningkatkan volume stok pangan di wilayah bencana. Untuk Provinsi Aceh, stok bantuan bahkan dilipatgandakan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan awal.
“Jadi contoh umpamanya Provinsi Aceh membutuhkan 1.000 ton ataupun 5.000 ton kemarin yang terakhir, itu kami tingkatkan stoknya menjadi tiga kali lipat. Begitu juga untuk Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ujar dia.
Rizal memastikan kesiapan logistik di Aceh karena memiliki 15 gudang yang tersebar hampir di seluruh kabupaten. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan, terutama menjelang Ramadan.
“Jadi, masyarakat yang ada di Aceh khususnya yang terdampak bencana tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi ini mau menghadapi Ramadan. Jadi, stok beras Bulog cukup banyak, minyak juga banyak, dan Insyaallah gula juga banyak,” ujar Rizal.
Saat ini, total cadangan beras pemerintah yang tersedia di Aceh mencapai 64.889 ton, dengan dukungan minyak goreng sebanyak 307.220 liter. Bulog juga berencana menambah stok beras sekitar 50.000 ton agar posisi cadangan berada di atas 100.000 ton.
Sementara itu, penyaluran beras cadangan untuk bencana alam di Aceh telah mencapai 12.561 ton, ditambah cadangan beras daerah sebanyak 154 ton. Bulog juga telah memenuhi permintaan tambahan dari Gubernur Aceh berupa 5.000 ton beras yang seluruhnya telah terdistribusi ke kabupaten dan kota.
“Khusus untuk Aceh sesuai dengan permintaan Gubernur Aceh kemarin, yaitu beliau minta tambahan 5.000 ton, dan itupun sudah kami kirim, syukur alhamdulillah sudah terdistribusi ke masing-masing kabupaten kota,” ujar dia.
Selain Aceh, Rizal juga memastikan kesiapan stok di wilayah Sumatera Utara. Di provinsi tersebut, Bulog memiliki sekitar 19 titik gudang dengan ketersediaan stok yang cukup.
“Per data Januari, kita stok cadangan pangan di wilayah Sumatera Utara ada 17.904 ton. Kemudian untuk minyak goreng syukur alhamdulillah ini stoknya cukup banyak juga sekitar 284.588 kiloliter,” papar dia.
Penyaluran bantuan pangan di Sumatera Utara juga telah dilakukan secara bertahap, baik dari cadangan pemerintah pusat maupun dukungan pemerintah daerah.
“Kemudian untuk bantuan beras pemerintah untuk bencana alam sudah terdistribusi total untuk Sumatera Utara adalah 5.098 ton. Dan untuk bantuan dari pemerintah daerah sudah terdistribusi sekitar 57 ton. Dan bantuan pangan beras yang diberikan kepada masyarakat yaitu sekitar 15.212 ton, dan bantuan minyak goreng juga 3.042 ton,” kata dia.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Barat, Rizal menyebutkan Bulog juga memiliki sekitar 12 gudang yang saat ini seluruhnya berada dalam kondisi penuh.
“Kemudian untuk stok sampai dengan per 8 Januari di Padang ataupun di seluruh Sumatera Barat adalah 5.508 ton. Dan ini akan proses dalam perjalanan sekitar 30.000 ton berangkat dari Tanjung Priok menuju pelabuhan di Padang,” tutur dia.
Selain beras, Bulog juga menyiapkan minyak goreng untuk mendukung kebutuhan tanggap darurat di wilayah tersebut.
“Kemudian minyak goreng ini syukur alhamdulillah ada 15.928 kiloliter. Ini juga mendukung untuk bantuan bencana alam,” katan dia.
Adapun bantuan bencana alam yang telah disalurkan di Sumatera Barat tercatat sekitar 1.069 ton. Selain itu, bantuan antardaerah juga telah disalurkan sekitar 160 ton. Bulog juga menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat sebanyak 6.795 ton serta bantuan minyak goreng sebesar 1.359 kiloliter.





























