Bulog Percepat Pengadaan 4 Juta Ton Beras dan 1 Juta Ton Jagung

0
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di Jakarta.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat memberikan keterangan pers di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Jakarta, Minggu (11/1).

Perusahaan Umum (Perum) Bulog menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 dengan fokus membahas percepatan pengadaan beras, jagung, dan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Rakernas tersebut digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto seiring penetapan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

“Harapan Bapak Presiden adalah juga lanjut swasembada pangan. Nah, ini kami lakukan, tidak lain dan bukan khusus untuk pencapaian swasembada pangan di tahun 2026 ini,” kata Rizal saat ditemui di kantornya, Minggu (11/1).

Dalam Rakernas tersebut, Bulog membahas target pengadaan cadangan pangan negara, khususnya beras. Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas), Bulog ditugaskan menyerap 4 juta ton beras pada 2026.

Rizal mengatakan, target penyerapan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 3 juta ton. Karena itu, Bulog menyiapkan langkah percepatan sejak dini agar target dapat tercapai secara optimal.

“Oleh karena itu, kami merencanakan sedini mungkin, secepatnya, agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” ujar 

Selain beras, perusahaan pelat merah ini juga ditugaskan untuk menyerap jagung sebesar 1 juta ton pada 2026. Penyerapan jagung tersebut akan dilakukan melalui sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Target kami adalah pencapaian penyerapan jagung juga 1 juta ton. Ini juga kami akan bersinergi dengan teman-teman Polri dalam hal ini untuk kaitan dengan jagung untuk penyerapannya,” kata dia.

Bulog juga ditugaskan menyerap kedelai sebesar 70.000 ton serta menyalurkan minyak goreng Domestic Market Obligation (DMO) sebanyak 720.000 kiloliter.

Penyaluran minyak goreng tersebut dilaksanakan bersama ID Food dan Agrinas Palma ke seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau.

“Wajib Bulog dengan ID Food dan Agrinas Palma untuk menyalurkan ke seluruh Indonesia dengan harga yang serendah-rendahnya,” ujar Rizal.

Di sisi penyaluran, Bulog menyiapkan strategi penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton yang akan dilaksanakan sepanjang tahun. Selain itu, Bulog juga menargetkan penyaluran SPHP jagung sebesar 500.000 ton.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan direncanakan berlangsung selama empat bulan. Bulog juga menargetkan penjualan beras premium dan medium ke pasar umum sebanyak 2,5 juta ton, serta merencanakan ekspor beras sebesar 1 juta ton.

Seluruh strategi tersebut dibahas dalam Rakernas 2026 untuk memastikan pelaksanaan penugasan berjalan sesuai arahan Presiden dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini