Wamentan Minta Pabrik Sawit Patuhi Harga TBS yang Ditetapkan Pemda

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat (Kalbar) di Pontianak, Minggu 28 Juni 2025. Dok: Kementan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengingatkan seluruh pabrik kelapa sawit agar membeli Tandan Buah Segar (TBS) sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Wamentan Sudaryono saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat (Kalbar) di Pontianak, Minggu (28/6).

Sudaryono yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI menegaskan, ketika harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global sedang tinggi, petani juga harus merasakan manfaat dari kenaikan tersebut.

“Harga TBS tidak boleh dibeli di bawah ketentuan pemerintah. Saat harga CPO dunia sedang baik, petani juga harus menikmati hasilnya. Harga yang ditetapkan pemerintah daerah merupakan hasil kesepakatan bersama dan wajib dipatuhi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, target tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani karena kemandirian pangan hanya dapat tercapai apabila petani memperoleh perlindungan, kepastian usaha, serta harga hasil panen yang menguntungkan.

“Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada impor pangan. Atas arahan Presiden Prabowo, kita berkomitmen menghentikan impor beras, jagung, gula, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan lainnya. Yang terpenting, petani Indonesia harus semakin sejahtera,” kata Sudaryono.

Ia menegaskan, organisasi HKTI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan memastikan kesejahteraan petani meningkat seiring tercapainya swasembada pangan nasional.

Menurut Sudaryono, keberhasilan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri harus berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan petani.

“Petani tidak boleh lagi hidup susah. Petani padi, jagung, sawit, kopi, karet, hingga komoditas lainnya harus mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya. Pemerintah hadir memastikan pupuk tersedia, produksi meningkat, dan harga hasil panen tetap menguntungkan,” ujarnya.

Selain memastikan perlindungan harga, pria yang akrab disapa Mas Dar itu membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat dan petani agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Sampaikan kepada kami apabila ada persoalan irigasi, pupuk, benih, maupun kebutuhan pertanian lainnya. Pemerintah ingin memastikan seluruh aspirasi petani bisa segera ditangani,” katanya.

Sudaryono optimistis sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, HKTI, serta seluruh pelaku pertanian akan mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara yang mandiri pangan.

“Kita ingin apa yang dikonsumsi masyarakat diproduksi oleh petani kita sendiri. Dengan begitu Indonesia semakin kuat, petani semakin makmur, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” pungkasnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini