
Perum Bulog akan membangun dua gudang penyimpanan baru di Papua pada tahun ini dengan kapasitas masing-masing antara 1.000 hingga 3.500 ton. Pembangunan tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi pangan di wilayah Papua.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai menghadiri BULOG Mini Soccer Fun Match yang digelar di Bintaro, Tangerang, Sabtu (11/7).
Rizal mengatakan dua gudang tersebut akan dibangun di Merauke dan Distrik Wanam, Kabupaten Merauke. Selain itu, Bulog juga tengah mengkaji pembangunan gudang di salah satu kabupaten di Papua Pegunungan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan distribusi material.
“Yang pertama di Merauke, kemudian yang kedua di Wanam. Untuk Papua Pegunungan masih kami pelajari karena pengiriman material tidak semuanya bisa melalui jalur darat, sebagian harus menggunakan pesawat,” ujar Rizal.
Menurutnya, setiap gudang akan memiliki kapasitas penyimpanan minimal 1.000 ton hingga maksimal 3.500 ton. Pembangunan dua gudang tersebut merupakan bagian dari rencana Bulog menambah 100 gudang di berbagai daerah.
Saat ini, Bulog memiliki sekitar 16 gudang di Papua. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum memadai untuk menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
“Idealnya harus minimal 30 atau 40 gudang karena untuk menyukupi seluruh kabupaten kota di sana. Karena di sana tidak semua kabupaten kota ada gudang,” tuturnya.
Rizal menjelaskan, keterbatasan jumlah gudang juga menjadi tantangan dalam proses distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP), terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Karena itu, Bulog bersinergi dengan TNI dan Polri untuk memastikan penyaluran beras berjalan lancar hingga ke masyarakat.
“Memang terutama di Papua Pegunungan dengan Papua Tengah yang menjadi atensi. Kalau yang Papua yang lain aman, enggak ada masalah,” katanya.
Rizal menambahkan, Bulog juga menyiapkan pembangunan gudang berkapasitas lebih besar di berbagai daerah sebagai antisipasi meningkatnya produksi beras nasional.
Menurutnya, peningkatan hasil panen akan diikuti dengan kebutuhan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Bulog juga akan berkoordinasi dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI) untuk mendukung target produksi beras komersial sebesar 2 juta ton, termasuk menyiapkan kapasitas penggilingan dan fasilitas penyimpanan.





























