Bulog Siapkan Beras SPHP Premium untuk Redam Kenaikan Harga Beras

0
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memperlihatkan produk beras kemasan bermerek Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium.

Perum Bulog tengah menyiapkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) premium sebagai upaya menekan kenaikan harga beras premium di pasaran. Produk tersebut direncanakan dipasarkan dengan merek Beras Kita setelah memperoleh persetujuan pemerintah.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai menghadiri BULOG Mini Soccer Fun Match yang digelar di Bintaro, Tangerang, Sabtu (11/7).

Menurut Ahmad Rizal, konsep beras SPHP premium telah disampaikan kepada Menteri Pertanian dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan stabilisasi harga beras.

Selama ini, kata dia, operasi pasar menggunakan beras SPHP medium dinilai belum sepenuhnya efektif menekan harga beras premium karena menyasar segmen konsumen yang berbeda.

“Karena apa setiap ada kenaikan harga beras premium kalau kita banjiri dengan beras SPHP medium itu tidak mengena. Jadi harus dilaksanakan operasi pasar dengan beras SPHP premium juga,” ungkapnya.

Ia mengatakan Bulog telah menyiapkan konsep beras SPHP premium agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran sehingga dapat membantu menurunkan harga beras premium yang mengalami kenaikan di pasaran.

“Kami kemarin sudah membuat konsep beras SPHP premium ini untuk menurunkan harga-harga beras SPHP yang agak meningkat selama ini demikian,” ujarnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menunggu keputusan pemerintah. Ia berharap kehadiran Beras Kita premium dapat melengkapi instrumen stabilisasi pangan yang selama ini telah berjalan.

Pada kesempatan yang sama, Rizal menyampaikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog hingga saat ini hampir mencapai 5,4 juta ton dan diperkirakan segera menembus 5,5 juta ton.

Sementara realisasi penyerapan gabah dan beras petani telah mencapai sekitar 3,3 juta ton atau 83 persen dari target 4 juta ton. Bulog menargetkan sisa sekitar 700 ribu ton dapat terserap sehingga target pengadaan tahun ini tercapai pada awal September.

“Jadi kalau 83 persen lebih kurang 3,3 juta ton yang sudah kami serap tinggal sekitar 700.000 ton yang akan kami serap.Insyaallah di awal September ini akan selesai target 4 juta ton tercapai,” imbuhnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini