Kejar Swasembada Gula 2 Tahun, Mentan Amran Genjot Sentra Tebu

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat ditemui di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 31 juli 2026. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong seluruh sentra tebu meningkatkan produksi untuk mengejar target swasembada gula dalam dua tahun. Lampung menjadi salah satu wilayah yang diperkuat melalui perluasan areal dan peremajaan tanaman tebu.

Saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (27/8), Mentan Amran mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi tebu di berbagai sentra.

“Kita dorong. Semua (sentra) kita dorong,” ujar Mentan Amran.

Sehari sebelumnya, Mentan Amran melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung pengembangan tebu sekaligus mendorong percepatan perluasan areal dan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif.

Mentan Amran mengatakan pengembangan areal tebu baru di Lampung telah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Perluasan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula dan meningkatkan produksi gula nasional.

“Moga-moga bisa (produksi) 100 ton satu hektare,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi gula tidak cukup hanya mengandalkan perluasan lahan. Produktivitas tanaman juga perlu ditingkatkan melalui peremajaan tebu rakyat yang sudah tidak layak produksi.

Dia menyebut sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma membutuhkan peremajaan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,7 triliun untuk membongkar tanaman lama dan menggantinya dengan tanaman tebu baru.

“86 persen itu plasma, tebu rakyat yang tidak layak, dibongkar. Sehingga Bapak Presiden perintahkan, kami diberi anggaran Rp1,7 triliun untuk membongkar plasma-plasma ini menjadi tebu baru,” kata Mentan Amran.

Program peremajaan tersebut ditargetkan selesai dalam tiga tahun. Amran optimistis peremajaan dapat meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu sehingga produksi gula nasional semakin kuat.

“Kalau itu terjadi, Insyaallah kebutuhan white sugar bisa cukup, bahkan lebih,” ujarnya.

Target swasembada gula dalam dua tahun merupakan percepatan dari target awal empat tahun yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Target tersebut sebelumnya disampaikan saat Panen Raya Tebu di Malang pada 17 Juli 2026.

Dalam program tersebut, pemerintah menargetkan peremajaan tebu mencapai 100 ribu hektare per tahun. Namun, Amran menyatakan target swasembada dapat dicapai lebih cepat.

Penguatan produksi juga dilakukan dari sisi industri. Amran mengatakan pemerintah akan memberikan dukungan kepada seluruh pabrik gula agar mampu meningkatkan kapasitas dan produktivitas.

“Semua pabrik gula unit usaha seluruh Indonesia kita dukung. Kita support supaya berproduksi tinggi,” katanya.

Berdasarkan Taksasi Tengah Giling 2026, produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional diperkirakan mencapai 3,02 juta ton, naik sekitar 13,1 persen dibandingkan 2025. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan luas areal tebu, produksi tebu, dan rendemen.

Mentan Amran menegaskan peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk mempercepat swasembada gula. Karena itu, pemerintah tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga mendorong peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, perbaikan budidaya, peningkatan rendemen, serta penguatan kemitraan antara pekebun dan pabrik gula.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini