BPDP, Ditjenbun, dan DGL Dorong Pekebun Mukomuko Kuasai Teknologi Pemetaan melalui Avenza Maps dan Drone

0

 Penguasaan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan pekebun dalam melakukan pendataan dan pemetaan perkebunan.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan melalui Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit bagi pekebun Kabupaten Mukomuko.

Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) serta dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar pemetaan, tetapi juga mendorong peserta untuk terlibat langsung dalam praktik penggunaan teknologi pemetaan.

Salah satu praktik yang dilakukan peserta adalah pemanfaatan Avenza Maps untuk membantu proses pemetaan berbasis perangkat seluler. Melalui aplikasi tersebut, peserta belajar menggunakan peta digital dan menentukan posisi di lapangan sehingga proses identifikasi lokasi perkebunan dapat dilakukan dengan lebih praktis.

Praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menghubungkan informasi yang terdapat pada peta dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Peserta tidak hanya melihat peta sebagai sebuah gambar, tetapi mulai memahami bagaimana informasi lokasi dapat digunakan untuk membantu proses pendataan kebun.

Selain Avenza Maps, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik menggunakan drone sebagai salah satu teknologi untuk memperoleh gambaran kondisi perkebunan dari udara. Penggunaan drone memberikan perspektif yang berbeda dalam proses pemetaan karena peserta dapat melihat kondisi dan cakupan wilayah perkebunan secara lebih luas.

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada proses pengambilan data menggunakan drone hingga memahami bagaimana hasil dokumentasi udara dapat menjadi bagian dari informasi spasial. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan data yang lebih lengkap sebagai pendukung proses pemetaan perkebunan.

Kombinasi penggunaan perangkat digital seperti Avenza Maps dengan teknologi drone menjadi pengalaman penting bagi peserta. Keduanya memberikan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi, yakni membantu peserta memahami posisi dan informasi lokasi dari tingkat lapangan sekaligus memperoleh gambaran wilayah dari udara.

Kegiatan praktik juga menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan berinteraksi langsung dengan narasumber. Berbagai kondisi yang ditemukan selama proses pemetaan dapat dibahas bersama sehingga peserta memiliki kesempatan untuk memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi berbeda di lapangan.

Pendekatan praktik tersebut sejalan dengan tujuan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pekebun. Peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep pemetaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman menggunakan perangkat dan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pendataan perkebunan.

Salah satu target dalam pelatihan ini adalah peserta mampu menghasilkan peta berdasarkan proses pembelajaran yang mereka lakukan selama kegiatan. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak berhenti pada materi yang diterima di dalam kelas, tetapi menghasilkan keluaran yang dapat menjadi bekal bagi peserta ketika kembali ke daerah masing-masing.

Melalui praktik Avenza Maps dan drone, peserta belajar bagaimana proses pengumpulan informasi lokasi dapat dilakukan secara lebih sistematis. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta ketika melakukan pendataan kebun rakyat di wilayah masing-masing.

Kemampuan tersebut juga memiliki relevansi dengan kebutuhan pendataan perkebunan rakyat. Data spasial yang akurat dapat mendukung berbagai kebutuhan, termasuk proses penerbitan e-STDB, verifikasi program pemerintah, serta penguatan ketertelusuran perkebunan.

Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit ini diikuti oleh 28 peserta dari Kabupaten Mukomuko. Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan pemetaan dan pendataan perkebunan.

Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit melalui pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pekebun agar mampu mengikuti perkembangan teknologi di sektor perkebunan. Penguasaan teknologi pemetaan diharapkan dapat menjadi keterampilan tambahan yang memberikan manfaat langsung dalam pengelolaan kebun.

Kolaborasi BPDP, Ditjenbun, pemerintah daerah, dan DGL Learning Institute diharapkan terus memberikan ruang bagi pekebun untuk meningkatkan kompetensi, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini