Cegah Inflasi, Bos Bulog Sidak Pasar Serentak se-Indonesia

0
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramadhani
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramadhani di Pasar Jatinegara, Sabtu (5/9) pagi, memantau jajaran Bulog di seluruh Indonesia melalui Zoom untuk memastikan pelaksanaan sidak pasar secara serentak. Dok: Supianto/Majalah Hortus

Direktur Utama Perum, Bulog Ahmad Rizal Ramadhani melakukan sidak pasar serentak di seluruh Indonesia untuk mencegah kenaikan harga pangan dan inflasi. Dalam sidak tersebut, Rizal memantau jajaran Bulog melalui Zoom untuk memastikan lebih dari 500 pimpinan cabang turun langsung ke pasar masing-masing.

“Kami perintahkan lebih dari 500 pimpinan cabang kami melaksanakan Zoom di pasar. Tujuannya untuk melaksanakan operasi pasar hari ini yaitu untuk mencegah kenaikan inflasi, baik harga beras sendiri, minyak, gula, bahkan dengan sembako lainnya,” kata Rizal di Pasar Jatinegara dan kemudian dilanjutkan ke Pasar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (5/9).

Dari hasil pemantauan yang melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan di dua pasar tersebut, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga meski belum terlalu signifikan. Komoditas tersebut antara lain daging, cabai, dan beras premium.

“Yang naik itu adalah beras premium Pandan Wangi. Memang Pandan Wangi adalah beras idolanya orang-orang Jawa istilahnya ya karena memang dan beras itu memang beras premium super,” ujar Rizal.

Dia menyebut harga beras premium Pandan Wangi yang ditemukan berada di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram. Sementara itu, HET yang disebut Rizal berada di angka Rp 14.900 per kilogram.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras premium, Bulog akan melakukan operasi pasar sekaligus menyalurkan beras premium dan beras medium ke pasar SP2KP serta ritel modern.

Total beras yang akan digelontorkan mencapai 110.000 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75.000 ton merupakan beras premium, sedangkan 35.000 ton merupakan beras medium.

“Ini akan digelontorkan secepatnya ke seluruh pasar-pasar SP2KP maupun ritel-ritel modern tujuannya supaya masyarakat tetap mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga yang sesuai dengan HET,” kata Rizal.

Penyaluran tersebut dilakukan ke seluruh Indonesia. Rizal menegaskan penggelontoran beras bukan hanya dilakukan di Jakarta, tetapi ke seluruh pasar di tanah air.

Bulog juga telah melakukan rapat koordinasi dengan ritel modern. Rizal mengatakan, pihak ritel modern berkomitmen menyerap beras sebanyak 110.000 ton dalam satu bulan tersebut. Ia juga mengajak pihak swasta untuk ikut membantu menjaga harga di pasar.

“Harapannya bukan hanya pemerintah tapi juga pihak-pihak swasta juga mendukung program ini sehingga masyarakat mampu membeli harga dengan yang wajar demikian,” ujarnya.

Rizal mengatakan operasi pasar akan terus dilakukan selama harga beras masih mengalami kenaikan. Operasi pasar akan dilanjutkan hingga harga beras tersebut kembali turun.

“Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik kami lakukan operasi pasar sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu sehingga masyarakat harapannya konsumen bisa membeli harga dengan yang memadai,” katanya.

Selain operasi pasar, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan untuk periode Juli, Agustus, dan September. Rizal menyebut penyaluran bantuan pangan tersebut telah berjalan di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar total sampai dengan hari ini sekitar 30 persen dari total hampir 1 juta ton,” kata Rizal.

Rizal juga menjelaskan rencana pengolahan beras turun mutu yang dimiliki Bulog menjadi tepung beras. Dia bilang rencana tersebut akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dijadwalkan oleh Kemenko Pangan.

Beras turun mutu yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersebut nantinya akan disarankan untuk diolah menjadi tepung beras daripada dibiarkan hingga rusak dan menimbulkan kerugian bagi pemerintah.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini