BPDPKS Dukung Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Sawit Rakyat Jawa Timur

0

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mendukung ‘Workshop Penguatan Kemitraan dan Kelembagaan Perkebunan Sawit Rakyat Jawa Timur’, di Malang Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dan Pemkab Malang. Acara digelar di Ascent Premier Hotel and Convention Malang, 18-20 Juli 2024

Hadir Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Prayudi Syamsuri, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah, Dandim dan Polres Kab.Malang, Ketua DPRM ITS, Ketua DPRM Brawijaya, Perwakilan UNIRA, PT.Sawit Arum Madani, 6 Camat Malang, 6 Kades di Malang, Kadisbun Provinsi Jawa Timur, Bupati Malang Jawa Timur H.M. Sanusi.

Dalam Sambutan Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah menyampaikan program-program unggulan yaitu beasiswa sawit, PSR, Sarpras, Riset dan pengembangan UKMK produk kelapa sawit.

Menurut Helmi, tanpa disadari kita selama 24 jam hidup dengan menggunakan produk yang berbahan sawit. Mulai dari makanan, energi hingga produk konsumsi rumah tangga.

“Karena kita tidak sadar bahwa selama 24 jam kita menggunakan produk berbahan sawit contonya sabun, shampo, pasta gigi, skincare, BBM bahkan rawon pun menggunakan krimer sawit sebagai alternatif pengganti santan,” kata Helmi pada pembukaan acara, 19/7/2024.

Helmi berharap, workshop ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua pihak yang terlibat dan mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami harapkan acara ini bermanfaat bagi semuanya, terutama para petani sawit,” katanya.

Sementara itu, Bupati Malang Jawa Timur H.M. Sanusi dalam sambutannya mengatakan, dalam industri sawit kemitraan tidak hanya mencakup hubungan antara produsen dan pemasok, akan tetapi juga melibatkan Pemerintah, lembaga riset, organisasi masyarakat, serta masyarakat lokal.

“Diharapkan dapat tercipta ekosistem yang berkelanjutan di mana setiap pihak saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama, yakni: meningkatkan produktivitas, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Sanusi.

Sanusi mengatakan, hal tersebut penting, sebab semakin kompetitifnya pasar global, sehingga diperlukan optimalisasi program pengembangan perkebunan rakyat melalui pola kemitraan bersama perkebunan besar secara sinergis.

“Upaya ini sekaligus diharapkan untuk mendorong keberadaan UMKM perkebunan agar dapat terus bersaing dengan pelaku usaha lainnya, mengingat UMKM memiliki peran penting dalam memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya mendukung pekebun dalam mengembangkan usaha produk turunan dari komoditasnya,” katanya.

Sanusi menambahkan, kemitraan yang telah terjalin antara perusahaan dan petani sawit juga harus lebih diperkuat guna menjaga keberlangsungan rantai pasok.

“Salah satunya dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan di tingkat petani dengan menerapkan prinsip keterbukaan dan tata kelola manajemen sehingga tercipta hubungan yang harmonis antar keduanya,” tambahnya.

Sanusi menjelaskan, di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, kelapa sawit terus menunjukkan perannya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian negara.

“Di mana hal ini diiringi pula oleh meningkatnya kesadaran para pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga keberlanjutan dalam industri ini, di antaranya melalui penguatan kemitraan,” jelasnya.

Suhendrik, wakil Sekjen Apkasindo menambahkan, kemitraan dapat membantu petani sawit dalam meningkatkan kemampuan dan ketrampilan khususnya sistem budidaya, pengolahan, pemasaran kelapa sawit dan penguatan kelembagaan (advokasi) termasuk koperasi.

“Selain itu, juga diharapkan dapat menjembatani kepentingan petani kelapa sawit dengan pihak pengusaha dan pemerintah ataupun pemerintah daerah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini