Berani Ganggu Sawit, Mentan Amran Ancam Setop Impor CPO

1
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta, Kamis (17/10).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dengan tegas mengatakan, Indonesia akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap upaya negara lain yang berusaha mengganggu industri sawit di tanah air.

Pernyataan ini disampaikan Mentan Amran dalam sambutannya pada Pembukaan Sidang Umum Majelis Ke-III dan Pelantikan 3 IKA Wilayah dan 2 IKA Fakultas di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/2).

“Baru saja kami terima dubes Prancis dan Rusia. Empat hari yang lalu, kalau tidak salah, kami diskusi. Mereka mengatakan usulan segala macam, dan saya katakan, selama CPO diganggu, kami tidak penuhi keinginan Bapak. Kita harus tegas pada mereka,” tutur dia.

Mentan Amran juga menyampaikan kepada kedua dubes tersebut bahwa mereka tidak perlu risau mengenai isu kerusakan lingkungan, karena hal tersebut tidak ada kaitannya dengan industri kelapa sawit Indonesia.

“Kami juga sudah berjibaaku untuk memperbaiki hutan Indonesia dan lingkungan. Kami sampaikan kepada mereka, jangan ganggu kita. Kalau kepentingan Anda terganggu, Anda berteriak. Tapi kepentingan Indonesia terganggu, kita diam. Indonesia ini terlalu baik,” kata Mentan Amran.

Lebih lanjut, Mentan Amran memperingatkan, jika gangguan terhadap sawit terus berlanjut, Indonesia akan menyetop ekspor biofuel sebanyak 5,3 juta ton.

“Nanti yang rese, kita stop (ekspornya). Eropa 2,3 juta ton, kita stop. Bisa bayangkan industri-nya. Bisa bayangkan di sana nanti, bisa rame karena tidak disuplai CPO dari Indonesia,” kata pria berdarah Bugis ini.

Mentan Amran menjelaskan, Indonesia mengimpor sekitar 5,3 juta ton bahan baku untuk produksi solar. Jika Indonesia menarik CPO sebanyak 5,3 juta ton dari pasar global, hal ini dapat mempengaruhi pasar CPO dunia.

“Kita kurangi hanya 20 persen, tetapi bisa terangkat devisa kita dua kali lipat. pada saat kita, CPO menyetop, naik 100 persen. Kita dapat 450 triliun. Bayangkan kalau naik 100 persen, kurang lebih seribu triliun devisa kita,” kata dia. 

Mentan Amran meyakini bahwa dengan langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah saat ini, Indonesia bisa menjadikan pangan sebagai senjata untuk dunia. 

“Jika kita kendalikan CPO, biofuel, dan pangan kita, mimpi kita untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia akan terwujud,” pungkas Mentan Amran.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini