BPDP Bersama Majalah Hortus Gelar Workshop Media, Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2026

0

 

Workshop Media, Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2026 yang digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, Kamis, 19 Februari 2026, menjadi ruang pertemuan pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) dengan pemangku kepentingan industri sawit. Kegiatan bertema Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK itu dihadiri perwakilan pemerintah, industri, UKMK, akademisi, dan insan media.

Ketua panitia sekaligus pemimpin redaksi Majalah Hortus Archipelago, Suharno, mengatakan workshop ini dirancang sebagai wadah untuk mendorong pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pelaku UKMK berbasis komoditas perkebunan dan sebagai sarana promosi sawit baik. Menurut dia, pemberdayaan usaha kecil menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri sawit nasional.

“Kegiatan ini kami rancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang praktik dan promosi. Pelaku UKMK perlu didorong agar mampu menghasilkan produk turunan perkebunan terutama sawit bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar,” ujar Suharno, 18/2 di Jakarta.

Workshop yang mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini menitikberatkan pada edukasi dan praktik langsung. Peserta memperoleh materi mengenai pengolahan produk turunan sawit, peluang usaha, serta strategi pemasaran. Panitia menilai sawit sebagai komoditas strategis yang memiliki rantai nilai luas, dari sektor pangan hingga nonpangan, sehingga membuka peluang besar bagi UKMK.

Pembina Majalah Hortus Archipelago, Darmansyah Basyaruddin, menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari kontribusi media dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Menurut dia, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi faktual mengenai industri sawit.

“Sebagai media yang fokus pada sektor pertanian dan perkebunan, kami berupaya menyajikan data dan informasi yang telah dianalisis secara mendalam. Workshop ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap pengembangan industri sawit yang berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan UKMK,” kata Darmansyah.

Ia menambahkan, workshop juga diarahkan untuk memperkenalkan sektor oleofood dan oleokimia berbasis sawit kepada pelaku usaha kecil. Melalui pemaparan praktis, peserta diajak memahami potensi pemanfaatan produk turunan sawit sebagai lini usaha yang dapat dikelola secara mandiri maupun melalui kemitraan dengan industri besar.

Agenda Promosi Sawit Baik menjadi bagian penting dari kegiatan. Panitia menilai industri sawit kerap menghadapi berbagai isu negatif yang tidak selalu didukung data akurat. Karena itu, workshop menghadirkan informasi mengenai kontribusi sawit terhadap perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah.

Upaya keberlanjutan industri juga disoroti melalui penerapan standar sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikasi tersebut mencakup aspek legalitas, lingkungan, praktik budidaya, ketenagakerjaan, dan tanggung jawab sosial. Pemerintah mewajibkan penerapan standar ini untuk memastikan industri sawit berkembang secara bertanggung jawab dari hulu hingga hilir.

Rangkaian kegiatan workshop berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Surfactant and Bioenergy Research Center IPB University. Kunjungan itu dimaksudkan untuk memperkenalkan peserta pada riset dan inovasi produk berbasis sawit yang dikembangkan di lingkungan IPB University.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan pelaku UKMK yang terjalin dalam kegiatan ini, panitia berharap lahir inovasi yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Penguatan peran UKMK dinilai penting agar pengembangan industri sawit tidak hanya bertumpu pada skala besar, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi usaha kecil sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini