BPDP, Ditjenbun, dan DGL Learning Institute Tingkatkan Kompetensi 150 Pekebun Bengkulu Selatan

0

BENGKULU – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan DGL Learning Institute kembali menyelenggarakan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang kali ini menyasar 150 pekebun asal Kabupaten Bengkulu Selatan.

Program yang dibuka pada Senin (29/6) di Hotel Grage, Kota Bengkulu, terdiri atas dua jenis pelatihan, yakni Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang diikuti 90 peserta pada 28 Juni–3 Juli 2026 serta Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yang diikuti 60 peserta pada 28 Juni–2 Juli 2026.

Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute) M. Gema Aliza Putra, Wakil Direktur DGL Learning Institute M. Danang MRQ, Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Lainnya Mula Putra, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Sri Herlin Despita, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan Binagransya, beserta jajaran pemerintah daerah, instruktur, dan peserta pelatihan.

Direktur Utama DGL Learning Institute, M. Gema Aliza Putra, menegaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar yang mampu meningkatkan kompetensi pekebun sehingga berdampak langsung terhadap produktivitas kebun.

“Kami ingin setiap peserta pulang bukan hanya membawa sertifikat, tetapi juga keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan di kebun masing-masing. Karena itu pembelajaran kami dirancang aplikatif, didukung Learning Management System (LMS), serta dilanjutkan dengan monitoring pascapelatihan agar manfaatnya benar-benar dirasakan pekebun,” ujar Gema.

Menurutnya, peserta pelatihan budidaya tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti praktik lapangan, termasuk teknik pembuatan pancang tanam sesuai standar budidaya kelapa sawit. Sementara peserta pelatihan pemetaan dibimbing mulai dari pengambilan data hingga menghasilkan peta kebun yang nantinya dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam pengelolaan usaha perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransya, mengatakan pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan rekomendasi teknis yang diajukan pemerintah daerah pada 2025.

“Dari usulan sebanyak 660 peserta, Bengkulu Selatan memperoleh alokasi pelatihan bagi 549 pekebun yang akan dilaksanakan melalui berbagai jenis pelatihan sepanjang 2026. Kami mengapresiasi BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute atas kepercayaan yang diberikan. Kami berharap semakin banyak pekebun yang memperoleh manfaat dari program ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan mendesak mengingat Bengkulu merupakan salah satu sentra sawit nasional. Provinsi ini memiliki areal perkebunan kelapa sawit sekitar 338.992 hektare dengan produksi mencapai sekitar 1,04 juta ton CPO per tahun.

Menurut Sri Herlin, pelatihan budidaya dan pemetaan kebun tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pekebun, tetapi juga menjadi bekal dalam menghadapi implementasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Melalui pengelolaan kebun yang lebih baik, pekebun diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi prinsip-prinsip keberlanjutan.

Mewakili Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Lainnya, Koordinator Pengembangan Kelapa Sawit Mula Putra menyampaikan bahwa Bengkulu merupakan salah satu daerah penyangga produksi sawit nasional. Namun, produktivitas perkebunan rakyat yang saat ini masih berada pada kisaran 3,3–3,5 ton per hektare masih dapat ditingkatkan mendekati potensi optimal melalui penerapan praktik budidaya yang baik.

Ia menjelaskan bahwa BPDP memiliki tiga program strategis dalam mendukung pengembangan sektor sawit, yakni Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, serta Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit. Di antara ketiga program tersebut, peningkatan kompetensi pekebun dinilai menjadi fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan perkebunan.

Selain membekali peserta dengan kemampuan teknis seperti budidaya, panen dan pascapanen, teknik pemetaan, serta implementasi ISPO, pelatihan juga menghadirkan materi pengembangan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola usaha, membangun jejaring, serta menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

“Serap seluruh materi yang diberikan dan jangan ragu berdiskusi. Setelah kembali ke daerah masing-masing, kami berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan di kebun sendiri, tetapi juga dibagikan kepada pekebun lainnya sehingga manfaat program ini semakin luas,” ujar Mula.

Melalui program ini, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan DGL Learning Institute berharap lahir lebih banyak pekebun yang kompeten, mampu menerapkan praktik budidaya yang baik, memanfaatkan teknologi pemetaan dalam pengelolaan kebun, serta menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Bengkulu Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini