Wamentan Sudaryono Akui Ada Masalah Pupuk

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (kanan) menjawab pertanyaan awak media seusai mengunjungi Pasar Minggu, di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2024. (Foto: Humas Kementan)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengakui adanya masalah pupuk, tetapi menekankan bahwa persoalan yang dihadapi lebih berkaitan dengan distribusinya.

“Memang ada masalah pupuk tapi yang terkait dengan distribusi,” kata Sudaryono saat meninjau percepatan tanam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (3/10).

Sudaryono menyatakan pentingnya meningkatkan sistem dan tata kelola pupuk agar lebih baik ke depan. Dia tidak ingin semangat petani dalam memproduksi terhambat akibat kekurangan pupuk subsidi.

“Kita akan selesaikan masalah pupuk ini satu persatu dan saya sepakat ingin membawa persoalan ini nanti tata kelola pupuknya tentu saja harus kita perbaiki untuk bagaimana memastikan pupuk Indonesia sebagai produsen dan distribusinya itu betul-betul sampai ke petani,” kata Sudaryono.

Sudaryono juga memastikan ketersediaan pupuk untuk produksi bulan Oktober dalam kondisi aman.

Diketahui bahwa pemerintah telah mengalokasikan 9,5 juta ton tambahan pupuk subsidi atau naik 100 persen dari yang sebelumnya hanya 4,5 juta ton.

“Karena itu kami turun langsung ke lapangan dan saya ingin memastikan pupuk yang disubsidi pemerintah betul-betul sampai ke petani karena Oktober bulan ini harus kita push percepatan tanamnya agar di bulan Januari nanti kita sudah bisa panen,” ujar Sudaryono.

Oleh karena itu, Sudaryono mengajak para petani Jepara agar melakukan produksi di bulan Oktober ini secara maksimal. Jangan sampai, kondisi air yang melimpah ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Saya ingin memastikan bahwa di bulan Oktober ini yang penting kita push supaya petani menanam lebih bersemangat lagi. Sebab itung-itungan kita kalau Oktober nanam maka Januari itu panen,” kata Sudaryono.

Sebelumnya di Kabupaten Demak, Sudaryono juga mendorong para petani untuk mengoptimalkan percepatan tanam, terutama masa tanam di bulan Oktober tahun ini.

Sudaryono menegaskan, percepatan harus dilakukan mengingat saat ini sebagian wilayah sentra memasuki musim hujan sehingga ketersediaan air dalam posisi cukup.

“Saya datang ke sini (Demak) untuk memberi semangat kepada petani bahwa kita harus mempercepat tanam supaya dalam setahun ini makin produktif. Jadi intinya begitu panen langsung di ditanami karena sebagian sentra mulai turun hujan sehingga sudah ada air,” ungkap Sudaryono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini