Bulog Berencana Bangun Gudang Logistik di Arab Saudi

0
gedung-dirut-bulog
Gedung Perum Bulog. Dok: Ist

Perum Bulog berencana membangun gudang logistik di Kampung Haji, Makkah, guna memastikan ketersediaan pangan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Gudang tersebut akan digunakan untuk menyimpan berbagai komoditas pangan strategis, tidak hanya beras, tetapi juga minyak, ikan, dan daging.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, rencana ini baru akan dikomunikasikan dengan pemerintah Arab Saudi melalui koordinasi bersama Kementerian Haji. Bulog berharap mendapat ruang di kawasan Kampung Haji untuk membangun gudang logistik sendiri.

“Kita juga lagi mencoba nanti di sana, tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji, kami mohon diberikan space uang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” kata dia di Jakarta, Senin (9/2).

Purnawirawan perwira tinggi TNI-AD ini berharap, keberadaan gudang tersebut akan memastikan stok logistik kebutuhan jemaah baik haji maupun umrah Indonesia selalu tersedia.

“Mohon doa restunya juga dari teman-teman media ya, biar kita juga bisa bangun gudang di sana. Sehingga, stok logistik kebutuhan jemaah baik haji maupun umrah selalu tersedia untuk orang Indonesia,” ungkap Rizal.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah, kapasitas gudang yang dibutuhkan minimal 1.000 ton.  Namun, jika ke depan kebutuhan meningkat, Bulog membuka peluang pembangunan gudang tambahan secara bertahap.

“Ya, 1.000 ton itu cukup kok. Kalau 1.000 ton saja sudah cukup. Nanti bertahap kalau memang nanti masih dibutuhkan, kita bangun lagi yang 1.000 ton lagi,” kata dia.

Gudang tersebut tidak hanya akan difungsikan untuk penyimpanan beras, tetapi juga komoditas pangan lain dalam satu paket logistik terpadu, termasuk minyak, ikan, dan daging.

“Tidak hanya beras. Harapan kami supaya jadi satu paket di situ. Ada beras, ada minyak, ada ikan, ada daging. Berarti kalau ada ikan dan daging harus ada cold storage-nya,” ujar dia.

Rizal menuturkan akan melakukan survei ke Arab Saudi guna memastikan lokasi gudang serta titik-titik dapur yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

“Ya, baru rencana ini, baru mau survei. Kebetulan kami mau baru mau berangkat ke sana. Kami akan berangkat hari Rabu ya, dengan Dirjen Haji untuk memastikan ini,” ungkap dia.

Tercatat, terdapat sekitar 30 hingga 40 dapur yang akan melayani jemaah Indonesia, dengan masing-masing dapur melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 orang.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini