Bulog Pastikan Ekspor Beras ke Arab Saudi Tak Ganggu Stok Nasional

0
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani memimpin rapat koordinasi (Rakor) persiapan ekspor beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan jamaah Haji dan Umrah asal Indonesia yang digelar di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Selasa (3/2),

Pemerintah akan mengekspor beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia. Volume ekspor yang dikirimkan mencapai 2.280 ton dan dipastikan tidak akan mengganggu pasokan beras di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas terkait Strategi Nasional Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi di Jakarta Pusat, Senin (9/2).

Dia menegaskan jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan dengan stok beras nasional yang saat ini mencapai 3,2 juta ton. Apalagi pada 2026 Bulog masih akan menambah serapan 4 juta ton setara beras di dalam negeri.

“Kecil sekali itu. Kita stok kita 3,2 juta ton. Jadi, enggak ada masalah. Apalagi tambah nanti serapan yang tahun 2026 ini 4 juta ton,” kata Rizal.

Rizal bahkan menyebut Bulog sebenarnya siap mengekspor dalam volume yang lebih besar, mengingat tahun ini Bulog ditugaskan oleh pemerintah untuk melakukan ekspor beras sebanyak 1 juta ton.

“Kalau pengin saya sih, minimal 500.000 ton gitu, sisanya gitu supaya, karena tahun 2026 kami ditarget harus ekspor 1 juta ton. Nah, jadi kita harapan kami makin besar makin bagus,” kata dia.

Wajib Gunakan Beras Lokal

Dia menjelaskan, penggunaan beras nasional untuk jemaah haji 2026 merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam arahan tersebut ditegaskan bahwa seluruh kebutuhan beras jemaah haji Indonesia wajib menggunakan beras produksi dalam negeri.

Selama ini, sambung Rizal, kebutuhan konsumsi jemaah haji masih mengandalkan beras impor dari Vietnam dan Thailand. Namun, seiring Indonesia telah swasembada beras, kebijakan tersebut pun diubah.

“Sesuai dengan perintah dari pimpinan, baik Pak Presiden maupun Pak Menko dan Pak Menteri, yang mana haji tahun 2026 ini, ini diperintahkan wajib menggunakan beras nasional, berasnya Indonesia,” kata dia.

Menurut dia, penggunaan beras nasional juga didasarkan pada faktor selera dan kondisi jemaah. Rizal menyebut banyak jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah reguler, kurang cocok dengan beras dari luar negeri karena perbedaan rasa dan tekstur.

“Nah, untuk supaya selera makan, supaya daya tubuhnya juga sehat, kuat, kita gunakanlah beras Indonesia yang rasanya yang biasa dimakan oleh jemaah haji kita,” ujar Rizal.

Karena itu, Bulog diminta menyiapkan beras premium dengan spesifikasi khusus sesuai ketentuan Arab Saudi. Beras yang dikirim memiliki tingkat pecahan maksimal 5 persen, dengan kadar air 14 persen atau di bawahnya, serta bertekstur pulen.

“Kalau premium Indonesia kan pecahannya 15 persen, betul enggak? Nah, ini pecahan khusus untuk ke Saudi diminta standarnya 5 persen, kadar airnya 14 persen atau bahkan di bawah 14 persen ini. Dan ini beras-beras yang pulen,” kata dia.

Reporter: Supianto 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini