BPDPKS dan Ditjen Perkebunan Menunjuk IPB Training Melatih Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Sawit di Kaltim

0

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani kelapa sawit melalui berbagai program pelatihan. Salah satunya, yang diselenggarakan oleh IPB Training, yang dipercaya oleh BPDPKS dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk melatih teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Pelatihan ini diikuti oleh 90 peserta dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang terbagi dalam tiga kelas, masing-masing terdiri dari 30 orang. Pelatihan berlangsung selama empat hari, dari Selasa hingga Jumat, 6-9 Agustus 2024, di sebuah hotel di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Direktur IPB Training Muhammad Sigit Susanto, MM, LCPC, menjelaskan, inti dari pelatihan pemetaan tersebut adalah mengumpulkan data dan informasi yang nantinya dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhannya, yang pada akhirnya dituangkan dalam bentuk peta.

“Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mendukung program replanting, selain itu juga bisa digunakan untuk integrasi kelapa sawit dengan ternak sapi,” kata Sigit Susanto.

Sigit Susanto, berharap para peserta tetap bersemangat karena akan belajar hal yang penting. Selama empat hari pelatihan, peserta juga akan mengikuti kunjungan lapangan ke kebun sawit untuk mempraktikkan teknik pemetaan yang baik, benar, dan efektif.

Selain itu, Sigit Susanto menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari semua pihak yang terlibat, termasuk tim trainer, dinas provinsi dan kabupaten, Direktorat Jenderal Perkebunan, serta BPDPKS.

“Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada panitia yang telah bekerja keras berpindah-pindah provinsi selama empat bulan terakhir untuk melaksanakan program ini,” katanya.

Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. M. Apuk Ismane, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini oleh IPB Training.

Apuk menekankan, kelapa sawit memiliki peran penting dalam meningkatkan devisa dan membuka lapangan kerja, sehingga pemetaan yang efektif sangat dibutuhkan untuk mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pengadaan sarana dan prasarana.

“Sawit memiliki peran penting, meningkatkan devisa dan membuka lapangan kerja, sehingga pemetaan yang efektif sangat dibutuhkan untuk mendukung program PSR dan pengadaan sarana dan prasarana,” jelasnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, SP.M.Si, menambahkan bahwa Kabupaten Paser menjadi salah satu yang pertama merasakan manfaat dari program PSR, mengingat usia tanaman sawit di wilayah tersebut yang sudah mencapai 25-30 tahun.

Djoko, menekankan pentingnya pelatihan pemetaan ini untuk mendukung program replanting dengan target 20.000-25.000 hektar. Untuk mendukung ini, Djoko berencana menyediakan perangkat GPS yang akan dihibahkan kepada lembaga perkebunan di wilayahnya.

Acara pembukaan juga dihadiri oleh Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfi Thahar, yang menjelaskan bahwa BPDPKS memiliki enam program utama, termasuk Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, serta pengembangan SDM melalui pelatihan dan beasiswa. Beliau juga menambahkan bahwa hanya 8% kebun sawit yang dikelola oleh pemerintah, sementara 53% dikelola oleh swasta dan sisanya 41% oleh petani swadaya, yang produktivitasnya masih belum optimal.

Pada hari ketiga pelatihan, peserta melakukan praktikum di kebun sawit, menggunakan perangkat GPS, Avenza Maps, dan Open Camera untuk melacak jalur di kebun, mencatat koordinat, dan mendokumentasikan lokasi dengan foto. Praktikum ini ditutup dengan demonstrasi penggunaan drone untuk pemetaan dan pengambilan video atau foto, yang disambut antusias oleh peserta.

Data yang dikumpulkan selama praktikum kemudian digunakan untuk membuat poligon dan peta pada hari terakhir pelatihan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini