Permintaan Importir Menurun, Harga Referensi CPO Terkoreksi 1,91 Persen

0
Tandan buah segar sawit
Tandan buah segar (TBS) sawit yang baru dipanen. Dok: Kementan

Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode 1–30 Juni 2026 ditetapkan sebesar USD 1.029,51 per metrik ton (MT). Nilai tersebut turun USD 20,07 atau 1,91 persen dibandingkan periode Mei 2026 yang sebesar USD 1.049,58 per MT.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tommy Andana mengatakan, penurunan HR CPO dipengaruhi melemahnya permintaan dari negara-negara importir utama, terutama India.

“HR CPO periode Juni 2026 turun dibandingkan periode Mei 2026 akibat penurunan permintaan dari negara importir utama seperti India,” jelas Tommy dikutip dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (30/5).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 148 per MT dan PE CPO sebesar 12,5 persen dari HR CPO periode Juni 2026, yaitu sebesar USD 128,6892 per MT untuk periode Juni 2026. 

Penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga selama periode 20 April—19 Mei 2026 pada Bursa CPO Indonesia sebesar USD 920,80 per MT, Bursa CPO Malaysia sebesar USD 1.138,22 per MT, dan Harga Port CPO Rotterdam sebesar USD 1.429,40 per MT.

Kemudian, mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025, jika selisih harga rata-rata dari tiga sumber harga lebih dari USD 40, HR CPO dihitung menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan terdekat dari median. 

Maka, HR CPO bersumber dari Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia. Berdasarkan perhitungan tersebut, HR CPO ditetapkan sebesar USD 1.029,51 per MT.

Selanjutnya, minyak goreng (Refined, Bleached, and Deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan neto ≤ 25 kg dikenakan BK sebesar USD 33 per MT. 

Penetapan tersebut tercantum dalam “Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1415 Tahun 2026 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 Kg”.

Sementara itu, HR biji kakao periode Juni 2026 ditetapkan sebesar USD 3.832,17 per MT, naik USD 563,48 atau 17,24 persen dari periode sebelumnya. 

Dampaknya, Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao periode Juni 2026 menjadi USD 3.511 per MT, naik USD 549 atau 18,53 persen dari periode sebelumnya.

“Ada kenaikan pada HR dan HPE biji kakao karena ditutupnya Selat Hormuz yang mengakibatkan peningkatan biaya logistik, biaya asuransi, dan bahan bakar. Selain itu, penurunan suplai dari Nigeria ikut mendorong kenaikan HR dan HPE biji kakao,” ungkap Tommy.

Untuk Juni 2026, BK dan PE biji kakao masing-masing ditetapkan sebesar 7,5 persen.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini