GAPKI: Industri Sawit Jadi Penggerak Utama UMKM dan Ekonomi Daerah

0
Media Relations GAPKI, Mochamad Husni, dalam Workshop Jurnalis Promosi Usaha Kecil Menengah (UKM) Sawit bertema "Kolaborasi Media dan UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2024" di Banten, Kamis (23/10).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebut industri sawit tidak hanya berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi penggerak utama UKM/UMKM di daerah penghasil sawit.

Demikian disampaikan Media Relations GAPKI, Mochamad Husni, dalam Workshop Jurnalis Promosi Usaha Kecil Menengah (UKM) Sawit bertema “Kolaborasi Media dan UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2024” di Banten, Kamis (23/10).

Husni mengungkapkan, studi Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) tahun 2022 menunjukkan daerah sentra sawit tumbuh lebih cepat dibandingkan wilayah non-sentra sawit.

“Karena dari sisi petaninya sendiri kemudian punya daya beli, terus dari sisi masyarakatnya sendiri punya kemampuan untuk mengembangkan hasil-hasil dari industri sawit itu sendiri,” ujar Husni.

Dia menuturkan, hampir semua bagian dari sawit dapat dimanfaatkan dan menjadi bahan baku dari berbagai produk UMKM. Misalnya, tandan kosong sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam jamur merang yang kaya gizi dan bernilai ekonomis tinggi.

“Salah satu unggulan UMKM kami di Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kami dorong mereka dari pelatihan, terus kemudian kami ajarin juga branding-nya, terus kemudian kita bantu juga pemasarannya,” ungkap dia.

Husni menegaskan, pasar UMKM di daerah penghasil sawit sangat besar dan konsumennya kuat. Dari pembelian tandan buah segar (TPB) oleh perusahaan dari petani mencapai Rp 200 triliun per tahun, sehingga daya beli masyarakat di wilayah tersebut sangat tinggi.

Tidak hanya itu, pembelanjaan dari karyawan perusahaan kelapa sawit di daerah juga mencapai hingga Rp 11 triliun, yang turut berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan UMKM di sekitar wilayah perkebunan sawit.

“Buying power yang kuat ini sangat potensial untuk mendukung usaha kecil menengah. Masyarakat yang menjual TPB memiliki pendapatan yang dapat digunakan untuk membeli produk-produk UMKM lokal,” ujar Husni.

Lebih lanjut, Husni menyampaikan pentingnya peran media sebagai saluran diskusi dan konsumsi publik dalam memperkuat eksposur UMKM sawit.

“Jadi, dengan berita-berita yang disampaikan oleh teman-teman, berita itu sebetulnya bisa mendorong informasi tentang kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh UMKM itu sendiri,” imbuh dia.

(Supianto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini