
Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Bulog Peduli Aksi Berbagi bekerjasama dengan Indonesian Disability Institute (INDISI) menyalurkan 500 paket beras kepada siswa penyandang disabilitas di SLB Negeri (SLBN) 2 dan SLBN 11 Jakarta Selatan, Rabu (23/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada anak-anak penyandang disabilitas sekaligus menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Jadi hari ini Bulog bekerja sama dengan INDISI. Kita mendatangi SLBN 2 dan SLBN 11 dalam rangka menjalankan kewajiban korporasi atau kewajiban perusahaan yaitu TJSL. Selain bertatap muka dengan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di sini, kami juga menyerahkan komoditas pangan berupa beras sebanyak 500 paket,” kata Marga.
Menurut Marga, bantuan yang disalurkan pada kegiatan tersebut mencapai sekitar 2,5 ton beras. Program TJSL Bulog sendiri tidak hanya menyasar penyandang disabilitas, tetapi juga berbagai kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan yang dijalankan secara berkelanjutan sepanjang tahun.
“Ini TJSL kami bukan hanya untuk disabilitas saja, tetapi juga menyangkut lingkungan. Sepanjang tahun kami melakukan kegiatan dalam bentuk TJSL. Ada bantuan komoditas seperti ini, ada juga bantuan dana maupun peralatan yang diperlukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bulog selama ini juga bekerja sama dengan berbagai lembaga dalam pelaksanaan program TJSL, termasuk kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon dan mangrove di sejumlah daerah.
Selain memberikan bantuan pangan, Bulog juga menjajaki peluang membuka program magang bagi penyandang disabilitas. Menurut Marga, perusahaan akan mempelajari jenis keterampilan yang telah diajarkan kepada para siswa sebelum menentukan bidang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di Bulog.
“Nanti kami pelajari mana yang paling mungkin dari keterampilan yang dimiliki untuk dihadapkan dengan kegiatan di Bulog. Kami berharap secepat mungkin ini bisa terwujud,” katanya.
Marga menjelaskan, Bulog selama ini rutin menerima peserta magang dari jenjang SMA maupun perguruan tinggi sebagai bagian dari dukungan terhadap dunia pendidikan. Program serupa diharapkan dapat diperluas bagi penyandang disabilitas agar mereka memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja.
Ia juga mengungkapkan, pada tahun ini Bulog telah menerima dua penyandang disabilitas sebagai calon karyawan. Keduanya, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, saat ini sedang menjalani masa orientasi pekerjaan selama satu tahun.
Adapun penyaluran bantuan dilaksanakan di dua sekolah, yakni SLBN 2 yang dihadiri 110 siswa dari total 236 siswa dan SLBN 11 yang dihadiri lima siswa dari total 250 siswa.
Melalui kegiatan ini, Bulog berharap program TJSL tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan dan memperoleh kesempatan di dunia kerja.





























