Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap rencana besar pengembangan lahan kedelai hingga 10.000 hektare di wilayah binaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan swasembada kedelai nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menghadiri panen raya kedelai varietas Garuda Merah Putih di Permukiman TNI Angkatan Laut (Kimal), Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (29/10).
Amran menegaskan bahwa kedelai merupakan salah satu komoditas pangan prioritas yang harus segera diwujudkan kemandiriannya.
“Kita sudah sepakat dengan Pak Kasal untuk mengembangkan lahan 10 ribu hektare. Kementan menyiapkan benih, alat mesin pertanian, serta sarana produksi lainnya,” ujar Amran.
Dengan produktivitas varietas unggul yang mampu mencapai 3–4 ton per hektare, Mentan optimistis kerja sama strategis antara Kementan dan TNI AL akan mempercepat terwujudnya swasembada kedelai.
“Kedelai Garuda Merah Putih ini luar biasa, produksinya mencapai 4 ton per hektare,” tambah dia.
Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menilai kolaborasi pertahanan dan pangan merupakan langkah strategis membangun kemandirian bangsa. Ia menyebut, setiap matra TNI memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada nasional.
“Hari ini kita memulai langkah besar menuju swasembada kedelai yang dikawal TNI. TNI AD menjadi penopang swasembada beras, TNI AL motor penggerak swasembada kedelai, dan TNI AU turut memberikan dukungan lahan,” terang Sjafrie.
Di sisi lain, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan komitmen jajarannya untuk terus berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional.
“Keterlibatan TNI AL dalam panen kedelai ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung program pemerintah melalui pemberdayaan wilayah pertahanan dan kerja sama lintas sektor,” ujar dia.
Berdasarkan Survei Ubinan 2024 Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas kedelai nasional rata-rata sebesar 16,23 kuintal per hektare atau sekitar 1,6 ton per hektare. Saat ini, produksi kedelai dalam negeri baru berkisar 200–350 ribu ton, atau sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional.
Kolaborasi Kementan dan TNI AL menjadi langkah nyata membangun kedaulatan pangan nasional. Dari Lampung Utara, semangat swasembada kedelai diharapkan menjalar ke berbagai daerah, menjadikan Indonesia mandiri dan berdaulat di bidang pangan secara berkelanjutan.






























