
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan inovasi teknologi di sektor sawit guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit nasional. Fokus pengembangan diarahkan pada pemanfaatan pupuk hayati, agen biokontrol, dan benih unggul bermutu.
Direktur Perbenihan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Ebi Rulianti menegaskan, penggunaan pupuk hayati buatan sangat bermanfaat untuk menjaga kualitas tanah sekaligus mengurangi dampak residu pupuk anorganik.
“Pemanfaatan pupuk hayati buatan sangat bermanfaat untuk mengurangi dampak residu pupuk anorganik yang dapat menurunkan kualitas tanah, baik dari segi tekstur, struktur, maupun kimia tanahnya,” ujar Ebi saat dihubungi, Jakarta, Minggu (26/10).
Selain pupuk hayati, Ebi juga menyoroti pentingnya penerapan biokontrol dan benih unggul bermutu untuk mendukung peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu kelapa sawit serta produk turunannya.
Pada kesempatan tersebut, Ebi turut mengapresiasi langkah berbagai pelaku industri, termasuk PT Astra Agro Lestari Tbk, yang aktif mengembangkan pupuk hayati, biokontrol, dan varietas unggul hasil riset anak bangsa.
“Pupuk hayati buatan, biokontrol, dan varietas bibit-bibit unggul buatan Astra Agro tentu akan sangat bermanfaat dalam menunjang dan memajukan industri nasional,” ungkap Ebi.
Lebih lanjut, Ebi menegaskan pentingnya pengembangan varietas unggul baru sawit dengan ketahanan moderat terhadap ganoderma, mengingat penyakit tersebut masih menjadi ancaman utama di perkebunan sawit nasional.
“Varietas unggul baru sawit dengan spesifikasi moderat resisten ganoderma sangat dinanti oleh industri sawit nasional,” ungkap Ebi.
Menurut dia, hingga kini belum ditemukan metode pengendalian ganoderma yang benar-benar efektif. Karena itu, pemanfaatan varietas unggul dengan spesifikasi moderat resisten diharapkan mampu menjadi solusi pencegahan agar penyebaran penyakit tersebut tidak semakin masif.
“Pemanfaatan varietas unggul dengan spesifikasi moderat resisten ganoderma diharapkan mampu untuk pencegahan terhadap penyebaran ganoderma agar tidak semakin massif,” ujar Ebi.
Kementan juga mendorong Astra Agro untuk terus melakukan riset dan pengembangan dalam menemukan metode pengendalian ganoderma yang efektif dan efisien, sekaligus menciptakan varietas baru yang lebih tahan terhadap penyakit tersebut.
“Kontribusi nyata yang dapat dilakukan adalah melanjutkan riset pengendalian Ganoderma serta terus menciptakan varietas baru yang moderat resisten,” pungkas Ebi
Dengan inovasi teknologi seperti pupuk hayati, biokontrol, dan benih unggul hasil riset nasional, Kementan optimistis industri sawit Indonesia dapat tumbuh lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di pasar global.





























