Siswa Binaan Astra Agro Kreasikan Lidi Kelapa Sawit

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

selain menghasilkan minyak CPO (Crude Palm Oil ) dan Kernel sebagai produk utama, kelapa sawit juga menghasilkan produk samping yang juga sangat bermanfaat dan ramah lingkungan.

Produk tersebut berupa bahan-bahan organik sisa olahan pabrik sudah terbukti manfaatnya untuk tanaman sekaligus menekan biaya produksi.

Kelapa sawit sendiri juga memiliki manfaat ekonomi yang selama ini belum ditekuni secara serius dari sisa-sisa tanaman. Berkenaan dengan hal tersebut salah satu sekolah binaan PT Letawa yang terletak di Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat yaitu SMP Astra Makmur Jaya melalui kepala sekolahnya, Adi Dasuki mengadakan lomba pemanfaatan lidi sawit untuk bahan kerajinan. Adi meyakini bahwa lidi sawit jika dikelola dengan baik akan menghasilkan produk-produk kerajinan yang bisa bernilai ekonomis.

“Dulu banyak orang membuat kerajinan dengan bahan dasar rotan, saat ini untuk mendapatkan rotan sudah cukup sulit dan biayanya juga mahal, kenapa tidak dicoba saja dengan lidi sawit?,“ ujar Adi.

Ide tersebut mendapat respon yang positif dari Community Development Officer (CDO) PT Letawa, Hermanto Rudi yang kebetulan juga menjadi salah satu pengurus komite sekolah SMP Astra Makmur Jaya. Gayungpun bersambut sehingga terselenggarakanlah kegiatan lomba tersebut.

“Perusahaan sangat mendukung kegiatan ini, pertama karena salah satu mata pelajaran di SMP Astra Makmur Jaya adalah Pendidikan Lingkungan Kelapa Sawit (LPKS), yang kedua kami berharap agar ide ini bisa menginspirasi banyak pihak kalau disekitar lingkungan perusahaan banyak bahan-bahan yang jika kita kelola seperti lidi sawit ini akan punya nilai ekonomi,” jelas Hermanto Rudi.

“Bayangkan jika semua masyarakat bisa merubah lidi sawit ini menjadi bahan-bahan kerajinan yang lebih bermanfaat, berapa rupiah yang bisa dihasilkan dan berapa jumlah tenaga kerja yang bisa terlibat,” tambah Hermanto Rudi bersemangat.

Hermanto Rudi bisa saja benar, akan tetapi problem dari setiap kegiatan ekonomi di daerah biasanya terbentur dengan pasar. Untuk itu, kita harapkan pemerintah daerah utamanya bisa membantu membuka pasar untuk produk-produk yang dihasilkan warganya.

“Saya rasa, selain untuk kebutuhan pasar lokal, daerah yang menjadi kantong-kantong wisatawan seperti Palu, Makasar, Toraja, dan Bali bisa kita jadikan pasar produk kerajinan lidi sawit,” harap Hermanto (27/09/2020 )

Lomba yang ikuti sebagian besar siswa-siswi SMP Astra Makmur Jaya tersebut membawa Dial Faqih Fauzi sebagai juara yang menciptakan kapal kebanggaan masyarakat sulawesi yaitu pinishi. Dipilihnya kerajinan tangan membuat kapal pinishi karena Fauzi ingin terlibat melestarikan budaya masyarakat bugis Makassar sebagai bangsa pelaut ulung.

Disamping menerima sejumlah uang pembinaan , Fauzi beserta pemenang lainnya juga menerima piagam penghargaan yang di serahkan langsung Adi Dasuki sebagai kepala sekolah didampingi Hermanto Rudi dan Hadiana selaku guru pembina (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini