Kopi Liberika Sumsel Melapak di Malaysia

0
petani panen kopi
Ilustrasi kopi liberika.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Sumsel) melepas ekspor 18,5 ton kopi liberika asal Sumsel tujuan Malaysia.

Kopi liberika yang diekspor berasal dari empat sentra penghasil kopi unggulan di Sumsel, yakni Jarai, Kikim, dan Tanjung Sirih yang berada di Kabupaten Lahat, serta Semendo yang berada di Kabupaten Muara Enim. 

Pelepasan dilakukan secara resmi oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, ditandai dengan penyerahan Phytosanitary Certificate (PC) oleh Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari.

Phytosaitary Certficate ini merupakan bukti bahwa komoditas tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan.

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari mengatakan, sertifikasi ekspor merupakan wujud nyata peran Karantina dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan internasional.

Sebelum diberangkatkan, seluruh biji kopi telah melalui proses pemeriksaan fisik dan pengujian laboratorium untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan negara tujuan.

“Karantina memastikan setiap komoditas yang diekspor bebas dari OPTK dan sesuai persyaratan negara tujuan. Sertifikat yang kami terbitkan menjadi jaminan bahwa produk tersebut aman, sehat, dan layak diterima di pasar global,” ujar dia pada acara pelepasan, pada Senin (10/11).

Lebih lanjut, Sri Endah menegaskan bahwa Karantina Sumsel berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat bagi pelaku usaha. 

“Kami tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga mendampingi pelaku ekspor agar prosesnya berjalan efisien dan sesuai prosedur. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dengan Karantina menjadi kunci keberhasilan ekspor yang berdaya saing,” tambah dia.

Sementara itu, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi berharap, ekspor ini akan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan ekspor saat ini, artinya Lahat sudah mulai masuk pasar global dan sudah mulai dikenal.

Kegiatan ekspor kopi ini menunjukkan besarnya potensi Sumsel sebagai daerah penghasil komoditas unggulan pertanian yang diminati pasar dunia. 

Dengan kualitas yang terjaga dan dukungan sistem sertifikasi yang terpercaya, kopi liberika asal Sumsel diharapkan dapat memperluas pangsa pasar dan meningkatkan nilai ekonomi daerah.

Melalui kegiatan ekspor ini, Karantina Sumsel menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati, fasilitasi perdagangan, serta penguatan daya saing ekspor nasional dari wilayah Sumatera Selatan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini