Mentan Amran Setop Impor Singkong, Petani Lampung Kini Tersenyum

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berdialog dengan petani singkong dalam Puncak Peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menghentikan impor singkong setelah menerima keluhan petani Lampung yang menghadapi penurunan harga jual hingga sekitar Rp700 per kilogram.

“Kalau Anda menyakiti petani, Anda menyakiti Menterinya dan pemerintah sekarang,” tegas Mentan Amran saat berdialog dengan petani dalam Puncak Peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (25/10).

Dia mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melaporkan persoalan harga singkong kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas permintaan petani agar harga pembelian singkong dapat ditingkatkan untuk menjaga keberlangsungan usaha tani.

Menurut Mentan Amran, Presiden meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan. Presiden juga menginstruksikan penghentian impor singkong untuk melindungi petani dalam negeri dari tekanan harga akibat masuknya produk impor.

“Pak, ada impor masuk. Pak Menteri, umumkan hari ini. Mulai detik ini, hentikan impor dari negara lain,” ujar Amran mengutip arahan Presiden.

Dia menyebut kebijakan penghentian impor tersebut masih diberlakukan hingga saat ini. Mentan Amran juga menyampaikan, harga singkong di Lampung telah mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram berdasarkan laporan yang diterimanya di lapangan.

“Kami pro pada petani Indonesia, khususnya petani singkong Lampung,” tegasnya.

Mentan Amran menekankan, perlindungan petani harus diwujudkan melalui kebijakan yang menjaga harga hasil panen dan memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan usaha tani. Menurutnya, persoalan harga tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga menentukan keberlanjutan produksi komoditas pertanian.

Selain penghentian impor singkong, pemerintah juga telah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dan menambah volumenya. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menekan biaya produksi sekaligus membantu petani meningkatkan produktivitas.

Mentan Amran menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus menindaklanjuti persoalan yang dihadapi petani, termasuk terkait harga komoditas, ketersediaan sarana produksi, dan keberlanjutan usaha tani.

Melalui kebijakan perlindungan tersebut, pemerintah mendorong agar petani singkong memperoleh kepastian pasar dan harga yang lebih baik, sehingga produksi dalam negeri tetap terjaga dan kesejahteraan petani dapat meningkat.

Petani singkong di Lampung menyampaikan terima kasih kepada pemerintah setelah harga singkong di tingkat petani naik hingga Rp 3.050 per kilogram. Petani menilai kenaikan harga, penurunan harga pupuk, dan peningkatan produksi menjadi kabar baik bagi keberlangsungan usaha tani mereka.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Tri, perwakilan petani singkong saat berdialog dengan Mentan Amran. Tri mengungkapkan bahwa kondisi usaha tani kini semakin membaik dibandingkan ketika harga singkong sempat merosot hingga Rp700 per kilogram.

“Terima kasih, Pak Prabowo, atas bantuan untuk petani singkong. Sekarang harga singkong Rp3.050. Pupuk turun, produksi meningkat, alhamdulillah. Terima kasih, Pak Menteri,” ujar Tri dalam dialog tersebut.

Kenaikan harga singkong menjadi penting bagi Lampung, mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah. Perbaikan harga di tingkat petani diharapkan dapat memperkuat pendapatan rumah tangga, menjaga keberlanjutan produksi, dan mendorong aktivitas ekonomi di perdesaan.

Selain menjaga harga, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan nilai tambah komoditas pertanian. Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, harga hasil panen yang lebih baik, serta pasar yang terlindungi, petani diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil usaha taninya

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini