
Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan empat strategi untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, modernisasi sarana pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga hilirisasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa saat ditemui dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).
Wamentan Saleh mengatakan, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memaparkan kondisi pertanian nasional, termasuk perkembangan swasembada pangan.
Dari 12 komoditas yang menjadi sasaran, delapan telah mencapai swasembada, sedangkan empat lainnya masih dalam proses menuju swasembada. Saleh mengatakan, capaian yang sebelumnya ditargetkan dalam empat tahun berhasil diraih dalam satu tahun.
“Lesson learn-nya tetap kita mengedepankan tiga, sebenarnya tambah satu jadi empat kunci keberhasilan,” kata Wamentan Saleh.
Adapun strategi pertama, kata Wamentan Saleh, ialah meningkatkan kapasitas produksi melalui cetak sawah, optimalisasi lahan sawah (oplah) atau berdasarkan hasil mitigasi di lapangan.
“Yang pertama kita meningkatkan dari kapasitas produksi kita, cetak sawah kita tingkatkan ya, oplah atau berdasarkan hasil mitigasi di lapangan ya,” katanya.
Strategi kedua dilakukan melalui modernisasi sarana produksi pertanian. Saleh mengatakan, petani perlu didorong beralih dari cara tradisional menuju penggunaan mekanisasi agar kegiatan pertanian lebih modern.
“Yang kedua sarana produksi, ya sarana produksi juga kita ingin merubah modernisasi. Jadi petani yang tadinya menggunakan sapi atau cara-cara tradisional, kita akan dorong untuk modernisasi mekanisasi,” ujar Wamentan Saleh.
Strategi ketiga adalah memperkuat kelembagaan petani dengan memperhatikan kesejahteraan mereka. Dia mengatakan, keberhasilan Indonesia sebagai negara agraris semestinya juga tercermin dari kondisi ekonomi para petaninya.
“Kalau kita dulu bilang Indonesia adalah negara agraris, ya buktinya apa? Petaninya kan harus sejahtera, ya. Sehingga pencapaian kita kemarin mencapai 131 indeks nilai tukar petani,” katanya.
Wamentan Saleh menambahkan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani agar NTP dapat mencapai angka yang lebih tinggi. Menurut dia, kondisi petani padi relatif lebih baik, sedangkan petani komoditas lain dan sektor peternakan masih perlu mendapat perhatian.
“Idealnya kalau petani sejahtera itu 140-an lah, dan kita akan mengarah ke sana. Memang ini rata-rata yang paling tinggi hanya di petani padi, petani-petani komoditas lainnya sedang kita upayakan, baik peternakan yang kita rasakan masih di bawah. Tapi ini kita akan dorong terus,” ujarnya.
Strategi keempat ialah hilirisasi pertanian melalui kolaborasi dengan kementerian, badan, dan lembaga terkait. Saleh menyebut Pupuk Indonesia dan ID FOOD sebagai pihak yang diharapkan terlibat dalam kerja sama tersebut.
“Tetapi yang keempat itu hilirisasi. Nah, hilirisasi ini kolaborasi kelembagaan kementerian dan badan-badan terkait, ya, baik dari Pupuk Indonesia, ID FOOD dan lain-lain. Diharapkan empat solusi ini bisa menjadi suatu strategi kita ke depan,” kata Wamentan Saleh.
Selain menjalankan empat strategi tersebut, Saleh mengingatkan bahwa cuaca juga menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan sawah terendam, sedangkan musim panas berisiko mengganggu ketersediaan air untuk tanaman.
Untuk mengantisipasi hujan dan banjir, Kementan akan memetakan lahan yang berpotensi terendam serta menyiapkan pompanisasi untuk mengeluarkan air dari sawah. Sementara pada musim kering, pompanisasi dibutuhkan untuk membantu pengairan lahan pertanian.
“Dan yang kedua apabila musim panas, nah pompanisasi. Dan ini sudah ada perintah langsung dari Bapak Presiden ke Bapak Mentan untuk kita meningkatkan irigasi pompanisasi kita, irpom kita,” ujarnya.
Saleh menegaskan, upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian. Menurut dia, pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu terus bekerja menghadapi berbagai tantangan agar produksi pangan tetap terjaga.





























