Mentan Amran Soroti Prediksi El Nino yang Bikin Petani Takut Tanam

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menghadiri peletakan batu pertama Peternakan Sapi Perah Terpadu milik PT Global Dairi Bersama (GDB) di Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengingatkan agar penyampaian prediksi El Nino dilakukan secara hati-hati karena dapat membuat petani takut menanam.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu berkelas dunia dan terbesar se-Indonesia di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7).

Ia mengatakan pemerintah sempat mengejar berbagai antisipasi terhadap ancaman El Nino, namun kondisi yang terjadi di lapangan justru berbeda dengan berbagai prediksi yang beredar.

“Ini kemarin kita kejar-kejaran El Nino, nggak usah khawatir, El Nino yang dulu lebih, lebih dahsyat daripada sekarang,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, prediksi El Nino terus bergeser dari bulan ke bulan. Hal itu, katanya, justru berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

“Saya tidak tahu juga prediksinya El Nino kemarin bulan empat katanya, tapi banjir. Bulan lima katanya pindah lagi, banjir. Bulan enam banjir. Bulan tujuh juga masih ada banjir. Ah bulan delapan katanya lagi,” ujarnya.

Karena itu, Mentan Amran mengingatkan agar penyampaian prediksi dilakukan secara hati-hati karena dapat memengaruhi keputusan petani untuk mulai menanam.

“Jadi ini juga yang mau prediksi, saya sering katakan Pak Gubernur hati-hati statement, kenapa? Petani takut tanam. Kalau mereka, dia tidak pikirkan dampaknya, enak aja ngomong ini ada El Nino Godzilla bulan empat, ternyata banjir. Saya tanya ‘Pak mana El Nino?’, alhamdulillah tidak jadi, tetapi membuat petani takut tanam,” ujarnya.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) itu menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Kemudian kita sudah capai ini swasembada, Bapak Presiden minta beliau titip salam, sebentar sidang kabinet. Beliau kemarin titip salam untuk kita semua yang hadir, Pak Gubernur, khusus Pak Gubernur,” ujar Mentan Amran.

“Itu kita sudah swasembada rencana empat tahun tapi alhamdulillah kita capai dalam waktu satu tahun. Dan ini capaian tertinggi sepanjang sejarah,” sambungnya.

Ia juga menyebut stok beras pemerintah saat ini menjadi yang terbesar sejak Indonesia merdeka.

“Kemudian juga stok kita terbesar selama Republik ini berdiri, ini 5,24 juta ton stok kita. Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, tapi kita sudah mencapai 5,22 juta ton dan sewa gudang 2 juta ton,” tuturnya.

Menurut Mentan Amran, capaian tersebut menunjukkan perubahan besar dibandingkan kondisi Indonesia yang sebelumnya masih bergantung pada impor beras.

“Ada yang tidak percaya, mungkin importir, ya sudahlah kita maklumi aja mereka. Jadi yang impor tidak senang, negara lain tidak senang. Kenapa? Indonesia adalah importir terbesar dunia untuk beras. Dua tahun berturut-turut kita impor 7 juta ton, kurang lebih 100 triliun dengan jagung, tiba-tiba kita hentikan. Dan ini adalah prestasi besar yang dicapai atas gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia,” imbuhnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini