Mentan Siapkan Pompa dan Sumur Dangkal Selamatkan 200 Hektare Sawah Kering di Jatim

0
petani menggotong mesin pompa air
Petani menggotong mesin pompa air untuk mengalirkan air ke sawah yang mengalami kekeringan. Dok: Kementan

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bergerak cepat menangani 200 hektare sawah yang mengalami kekeringan di Jawa Timur. Pemerintah menyiapkan pompa dan sumur dangkal untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian tersebut.

Amran mengatakan, pemerintah tidak ingin menganggap remeh dampak kekeringan, meski luas lahan yang terdampak relatif terbatas. Menurutnya, setiap risiko kekeringan harus segera ditangani agar tidak mengganggu produksi pangan.

“200 hektare ini kita tidak boleh anggap remeh. Sekecil apa pun kita bisa memberikan solusi di lapangan,” ujar Amran saat meninjau lahan pertanian di Desa Ngablak dan Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (11/8).

Dia menjelaskan, pihaknya telah membagi penanganan kekeringan menjadi dua skema. Lahan yang berada dekat dengan sumber air akan langsung diberikan bantuan pompa untuk mengalirkan air ke sawah.

“Yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan tadi ada 200 hektare, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang, langsung kita berikan pompa,” tegasnya.

Sementara itu, untuk lahan yang tidak memiliki sumber air di sekitar area persawahan, pemerintah akan menyediakan sumur dangkal sebagai alternatif sumber air.

“Yang kedua yang tidak ada sumber air, kita sumur dangkal. Jadi kita memitigasi risiko kekeringan,” kata Amran.

Di sisi lain, Amran memastikan kondisi stok beras di Jawa Timur masih aman. Saat ini, stok beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 1,3 juta ton atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Alhamdulillah saat ini untuk Jawa Timur itu berasnya 1,3 juta dan ini tertinggi sepanjang sejarah. Jadi kita tenang tetapi kita tidak boleh lengah,” ujarnya.

Amran menegaskan pemerintah akan terus melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan, sehingga kondisi tersebut tidak berdampak terhadap produksi dan ketersediaan pangan.

“Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini. InsyaAllah aman,” pungkasnya.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini