Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menilai kondisi pasar beras saat ini tengah mengalami anomali. Meski stok di gudang tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, harga beras justru naik.
Hal itu disampaikan Mentan Amran saat melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) di lapangan Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta Selatan, Sabtu (30/8).
Menurutnya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai 3,9 juta ton. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perberasan Indonesia.
“Sekarang stok gudang tertinggi sepanjang sejarah, tinggal terakhir. Pasar ini harus sehat. Ada yang mengatakan, kok stok banyak, harga naik. Inilah anomali,” kata Mentan Amran.
Ia kemudian mencontohkan kasus minyak goreng pada 2021–2022, di mana harga melonjak meski Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia.
“Contoh paling konkret adalah minyak goreng. Produsen terbesar dunia adalah Indonesia, tapi harganya tetap naik. Kira-kira mau jawab apa? Ada anomali di dalamnya. Inilah yang kita intervensi,” ujarnya.
Selain stok beras yang melimpah, Amran menyebut pemerintah juga telah berhasil mengekspor sejumlah komoditas pangan seperti ayam, telur, dan bawang merah. Karena itu, pemerintah kini fokus membangun ekosistem pangan yang sehat.
“Kami ingin membangun ekosistem pangan yang sehat, ekosistem pangan. Mulai regulasi, kemudian sarana produksi, kemudian produksi, kemudian stok, sekarang tinggal yang terakhir, adalah pasar,” ujarnya.
Amran menegaskan, jika ekosistem pangan ini berhasil dibenahi, ke depan tidak akan ada lagi gejolak harga yang terlalu tinggi. “Itu mimpi kita,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena hingga akhir Agustus ini Indonesia tidak melakukan impor beras. Padahal, dalam dua tahun berturut-turut sebelumnya, impor mencapai 7 juta ton dengan nilai sekitar Rp 80 triliun.
“Tapi hari ini kita tidak import. Ini berkat gagasan Bapak Presiden. Kemudian yang kedua PDB (Produk Domestik Bruto), alhamdulillah tertinggi. Ketiga adalah kesejahteraan petani, naik 122 persen, yang biasanya 110, 115, sekarang 122 persen,” sambungnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendang), Budi Santoso (Busan) mengatakan, GPM merupakan upaya rutin pemerintah untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar, terjangkau, dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, pangan murah kini juga sudah tersedia di pasar rakyat maupun ritel modern melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Pemerintah bersama kementerian terkait terus berkolaborasi menjamin pasokan pangan aman. Kalau kita lihat, harga-harga juga relatif stabil. Minyak goreng misalnya, HET Rp 15.700 tapi tadi dijual Rp 15.500. Telur dengan HET Rp 30.000 dijual Rp 28.000,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, perkembangan harga selalu dipantau melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) setiap hari. “Alhamdulillah, sejauh ini harga relatif stabil dan pasokan terjamin,” tambahnya.
Budi juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam memperkuat distribusi pangan, termasuk capaian ekspor produk hortikultura yang naik 49 persen pada semester pertama 2024.
“Seperti yang selalu disampaikan Bapak Presiden, selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga berpotensi menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.






























