Kemenko Pangan Sebut Benih Ningrat Syngenta Bisa Jadi Solusi Hadapi Kekeringan

0
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti
Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti menghadiri Expo Festival Padi Petani MAJU & Perayaan Hari Tani Nasional  Syngenta LDC, Karawang, Kamis (24/9).

Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyebut benih padi Ningrat yang dikembangkan PT Syngenta Indonesia bisa menjadi salah satu solusi menghadapi kondisi iklim ekstrem dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menyampaikan hal tersebut setelah melihat langsung sejumlah inovasi pertanian dalam Expo Festival Padi Petani MAJU & Perayaan Hari Tani Nasional  Syngenta LDC, Karawang, Kamis (24/9).

Widiastuti mengatakan, benih padi Ningrat memiliki kekhususan karena bisa tetap berproduksi meski minim air. Menurutnya, karakter tersebut dapat menjadi solusi di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan akibat kondisi iklim yang cukup ekstrem.

“Ningrat ini ternyata mempunyai eh kespesifikan yaitu tahan air ya. Maksudnya tahan air itu berarti saya langsung bilang wah ini bisa jadi salah satu solusi di mana kondisi saat ini iklim yang cukup ekstrim el nino, gozila ini di beberapa tempat sudah mengalami kekeringan,” ujarnya.

Widiastuti mengatakan, saat ini air sudah banyak berkurang di tengah kondisi iklim yang cukup ekstrem. Sementara itu, sarana irigasi yang ada juga banyak mengalami kerusakan.

Di sisin lain, Presiden Prabowo Subianto meminta agar tetap menggencarkan pertanian, peningkatan produktivitas, menjaga kestabilan pangan, dan mencapai target swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Sedangkan kita sesuai dengan arahan bapak presiden tetap gencarkan untuk sisi pertanian, peningkatan produktivitas, menjaga kestabilan pangan, dan tercapainya target terus berkelanjutan swasembada pangan,” katanya.

Karena itu, Widiastuti mengapresiasi PT Syngenta Indonesia yang telah menghadirkan inovasi benih unggul untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah keterbatasan air.

“Nah, ini tadi karena dengan apa dukungan air yang terbatas masih tetap bisa berproduksi,” katanya.

Widiastuti mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan penggunaan benih padi Ningrat di lokasi yang memiliki keterbatasan air.

“Makanya di sisi kaki saya yang satunya untuk irigasi, saya bisa oh kalau gitu saya akan sinergi dengan Kementerian Pertanian nih. Kayaknya kita mungkin ada nih di lokasi titik yang eh menggunakan keterbatasan air kita pastikan padi Ningrat,” ujarnya.

Widiastuti juga menyampaikan apresiasi kepada PT Syngenta Indonesia  yang telah melakukan riset untuk menghasilkan benih unggul.

“Terima kasih untuk PT Syngenta Indonesia yang sudah melakukan satu riset untuk benih yang unggul dan ini semoga menjadi keberlanjutan,” katanya.

Sebagai informasi, Syngenta Indonesia meluncurkan benih padi hibrida Ningrat (NK2133) di Pasuruan, Jawa Timur, pada 28 Agustus 2025. Benih tersebut dihadirkan untuk mendukung peningkatan produktivitas padi sekaligus memperkuat swasembada beras nasional.

Ningrat NK2133 memiliki tiga keunggulan utama, yakni lebih bening, lebih berat, dan lebih tangguh. Benih ini memiliki produktivitas rata-rata 10,80 ton per hektare dengan potensi mencapai 13,9 ton per hektare.

Selain itu, Ningrat NK2133 memiliki ketahanan terhadap sejumlah hama dan penyakit utama, seperti wereng batang coklat, hawar daun bakteri, dan blas daun.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini