Larangan Terbatas Impor Etanol Segera Terbit

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers terkait larangan terbatas impor etanol dan tepung tapioka di Jakarta, Jumat (19/9).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah dalam waktu dekat akan menerbitkan larangan terbatas (lartas) terhadap impor etanol untuk melindungi petani lokal dan mendorong produksi dalam negeri.

“Alhamdulillah hari ini atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, khusus Ethanol kita akan terbitkan Lartas, larangan terbatas Impor,” kata Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan), Jakarta, Jumat (19/9).

Mentan Amran mengatakan bahwa impor etanol akan dibuka sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri. Dengan kata lain, jika kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi oleh produksi lokal, impor etanol tidak diperlukan.

“Nah, inilah kebijakan yang diambil oleh Bapak Presiden, berpihak kepada petani Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Terkait payung hukum lartas impor etanol, Mentan Amran, yang juga pendiri PT Tiran Nusantara Grup ini menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian terkait.

“Langsung Pak Mendag kami komunikasi, juga kami sudah lapor ke Pak Menko Pangan (Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia) dan Menko Perekonomian (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian),” katanya. 

Ia menegaskan, kebijakan tersebut akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang saat ini sedang difinalisasi dan ditargetkan terbit paling lambat awal pekan depan.

“Mudah-mudahan hari ini keluar, paling lambat, Senin (22/9) atau Selasa (23/9). Lartas dalam bentuk Permendag,” ujarnya.

Selain menerbitkan lartas terhadap impor etanol, Mentan Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberlakukan lartas untuk impor tepung tapioka. Kebijakan ini diambil seiring dengan rendahnya penyerapan singkong produksi dalam negeri.

“Tepung tapioka mana kala terpenuhi, itu impor tidak diperbolehkan. Ini keputusan yang sangat strategis diperintahkan oleh Bapak Presiden,” terangnya.

Mentan Amran menekankan, keputusan strategis tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Presiden yang selama kepemimpinan dalam 10 hingga 11 bulan terakhir telah mengeluarkan 17 instruksi di sektor pangan.

“Khusus sektor perkebunan tebu, yang pertama, regulasi pupuk yang dulu tidak bisa ambil ZA itu sudah bisa mengambil ZA subsidi,” ujar Mentan Amran.

Kedua, Mentan Amran mengatakan, Prabowo juga memberikan bantu subsidi bibit Rp 200 miliar seluruh Indonesia. “Ketiga, ada bantuan Rp 1,6 triliun bantuan bongkar ratoon (peremajaan tebu) untuk seluruh Indonesia,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga menggulirkan berbagai kebijakan pangan lain seperti program irigasi, pompanisasi, dan perbaikan oplah yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional secara menyeluruh dalam jangka panjang.

“Khusus sektor pangan Insyaallah mudah-mudahan tigabulan ke depan, kalau tidak ada aral melintang, tidak ada kondisi iklim ekstrem Insyaallah tahun ini mudah-mudahan mimpi kita harusnya 4 tahun swasembada pangan khususnya beras,” ujarnya. 

Amran juga menyampaikan rencana besar pemerintah dalam program hilirisasi sektor perkebunan, yang mencakup replanting dan penanaman baru untuk berbagai komoditas seperti kelapa dalam, kakao, mente, kopi, lada, dan pala.

“Itu sudah dianggarkan Rp 9,9 triliun, hampir 10 triliun, dan ini bisa kita tanami 800 ribu hektare seluruh Indonesia Insyaallah membuka lapangan kerja 1,6 juta rencana kita 2 tahun selesai,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini