Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu, Padi, dan Kedelai TNI Terintegrasi

0
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Pada kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa, termasuk TNI dan Polri.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendampingi pengembangan komoditas tebu, padi, dan kedelai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan TNI tidak hanya berperan menjaga pertahanan negara, tetapi juga hadir membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pangan.

“Dua bulan lalu, tepatnya 16 Mei 2026, kita menyaksikan panen raya jagung bersama Polri. Hari ini kita menyaksikan panen raya TNI, ada tebu, ada kedelai, ada padi. Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaporkan bahwa TNI melaksanakan pendampingan terpadu pada tiga komoditas strategis sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan tebu, TNI Angkatan Laut mendukung budidaya kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat mengawal peningkatan produksi padi.

Pada komoditas tebu, TNI Angkatan Udara bersama Sinergi Gula Nusantara, sektor swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula, yang diperkirakan berkontribusi 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.

Agus menjelaskan, di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, lahan tebu yang siap dipanen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi 72.045 ton. Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga menghasilkan molase, bioetanol untuk industri maupun farmasi, pupuk organik, serta berbagai produk turunan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Pada komoditas kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton di enam wilayah. Hingga Juni 2026, TNI AL juga membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah dengan estimasi produksi 5.287 ton.

Sementara itu, TNI Angkatan Darat mendampingi panen padi seluas 479.659 hektare selama Juli 2026. Secara kumulatif, sejak Januari hingga Juni 2026 luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026.

Menurut Agus, capaian tersebut merupakan hasil sinergi TNI bersama pemerintah, badan usaha milik negara, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut  Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, para menteri koordinator, para menteri, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, para kepala badan, wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta para tamu undangan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui konferensi video.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini