“Hal yang paling mungkin bisa kita dorong untuk energi baru terbarukan itu salah satunya dalam bidang pertanian,” kata Arif dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) 2024 di Jakarta, Senin (14/10).
Arif menekankan, yang diperlukan saat ini adalah kreativitas untuk menciptakan inovasi di sektor energi terbarukan. Dia menambahkan bahwa kini terdapat banyak sumber energi yang dapat dieksplorasi.
“Opsi untuk membangun sumber-sumber energi ini sangat banyak, termasuk dari turunan limbah sawit yang bisa digunakan untuk energi,” jelas Arif.
Dengan potensi besar ini, pemerintah perlu segera menyusun roadmap investasi yang jelas agar para pengusaha muda dengan visi hijau dan berorientasi teknologi tertarik untuk terjun dalam transisi energi yang berkelanjutan.
Terkait investasi, Arif melihat lahan eks tambang sebagai potensi besar untuk pengembangan energi. Menurut dia, lahan tersebut mencakup jutaan hektare yang saat ini tidak dimanfaatkan.
“Perusahaan-perusahaan tambang ketika sudah selesai, ekstrateginya harus melakukan reklamasi. Nah, ketika reklamasi itu digunakan untuk produk-produk energi, itu akan menjadi solusi,” kata dia.
Arif menilai, jika perusahaan-perusahaan tambang menggunakan lahan ekstambang untuk melakukan reinvestasi di bidang energi, hal itu akan menjadi solusi yang efektif.
“Jadi, jangan gunakan lagi lahan-lahan subur kemudian dikonversi untuk tanaman yang sudah ada, untuk padi silakan bisa terus diteruskan dan ekspansinya menurut saya salah satunya adalah daerah ekstambang,” tandas Arif.






























