Aceh, 5 Agustus 2025
Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit terus digalakkan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan IPB Training mengelar ‘Pelatihan Teknis Pemetaan Perkebunan Kelapa Sawit’ untuk Angkatan 1 hingga 3 di Aceh.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, 5–8 Agustus 2025, ini menyasar dua kabupaten sentra sawit di ujung utara Sumatera: Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Total 89 peserta terlibat, terdiri dari 60 orang dari Aceh Tamiang dan 29 orang dari Aceh Timur.
Program ini menyasar empat kompetensi utama: penguasaan dasar-dasar pemetaan lahan, penggunaan peralatan pemetaan, pelatihan tracking lapangan serta pengolahan data spasial, hingga praktik penyajian peta perkebunan.
“Dengan penguasaan teknologi pemetaan, petani dan tenaga teknis di daerah akan lebih siap menyongsong tata kelola sawit yang presisi dan berkelanjutan,” kata Muhammad Sigit Susanto, Direktur IPB Training, dalam sambutannya, 5/8/2025.
Pembukaan pelatihan juga dihadiri sejumlah pejabat dari kementerian dan pemerintah daerah. Dr. M. Apuk Ismane, Ketua Tim Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, hadir mewakili Kepala BPPSDMP.

Sementara Ir. Baginda Siagian, M.Si, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sawit dari hulu ke hilir.
“Untuk meningkatkan daya saing produk sawit, perlu meningkatkan dan mengembangkan kualitas SDM petani sawit,” kata Baginda.
Menurutnya, pelatihan kali ini cukup penting karena meliputi pelatihan dalam pemetaan lahan, sehingga lebih efektif perencanaan kebun dan budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Peserta didorong untuk sepenuhnya terlibat dalam pelatihan, yang akan mencakup topik-topik seperti penggunaan GPS dan teknologi drone.
“Keterampilan ini sangat penting untuk diterapkan dalam budidaya kelapa sawit, terutama saat pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat (PSR),” jelas Baginda.
Baginda menekankan bahwa pelatihan yang melibatkan 59 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani untuk mengelola batas-batas lahan dan menghindari masalah duplikasi. Pelatihan ini dipandang penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung terkait kepemilikan lahan.
“Dalam kesempata ini kami berharap, peserta untuk memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi pemetaan, yang akan bermanfaat bagi kegiatan pengembangan kelapa sawit di masa depan,” harapnya.
Acara dibuka secara simbolis oleh Mukhlis, SP, MA, Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh.
Pelatihan ini melibatkan narasumber dari IPB Training yang telah berpengalaman di bidang pemetaan dan perkebunan, antara lain: Prof. Dr. Ir. Baba Barus, M.Sc, La Ode Syamsul Iman, SP, M.Si, Dr. Wahyu Iskandar, S.Hut, M.Agr, Nina Widiana Darojati, SP, MSi, Reni Kusumo Tejo, SP, M.Si dan Dr. Dra. Khursatul Munibah, MSc.
Pelatihan ini menjadi bagian dari agenda strategis pengembangan SDM yang didanai dari Dana Sawit, untuk memperkuat kapasitas teknis daerah dan mempercepat modernisasi tata kelola perkebunan.





























