Mentan Amran Ciptakan Lapangan Pekerjaan Baru Lewat Brigade Swasembada Pangan

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan sambutan dalam Pelatihan Pendampingan Brigade Swasembada, yang digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu 20 November 2024. (Foto: BPPSDMP/Majalah Hortus).

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pelatihan Pendampingan Brigade Swasembada. Mereka yang dilatih ini terdiri dari pegawai Kementan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, tim brigade swasembada ini akan mendampingi mahasiswa di lapangan. Dia juga menyampaikan, saat ini sudah ada 23 ribu mahasiswa yang terdaftar, melebihi target awal yang hanya 20 ribu orang.

“Target awal kita sekitar 20 ribu, tetapi yang mendaftar sudah 23 ribu. Nanti, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, mungkin 3 ribu atau 5 ribu orang per tahap,” kata Mentan Amran saat memberikan keterangan pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (20/11).

Secara teknis, Mentan Amran menjelaskan, setiap brigade terdiri dari 15 orang yang akan mengelola lahan seluas 200 hektare. Mereka akan diberikan bibit dan alat mesin pertanian (Alsintan) dengan total nilai Rp 3 miliar. 

Setelah berhasil, hasilnya akan dibagi dengan petani dengan pembagian 30 persen untuk petani dan 70 persen untuk tim brigade.

“Nanti, jika produksi berhasil, tim brigade akan mendapatkan 70 persen dari hasilnya. Pendapatan minimal yang bisa diperoleh dalam lima tahun adalah Rp 10 juta, dan bisa lebih tinggi, bahkan mencapai Rp 20 juta, tergantung kerajinan mereka,” ujar dia.

Mentan Amran menambahkan, tim brigade swasembada pangan ini akan bekerja di 12 provinsi dan 85 kabupaten di seluruh Indonesia dengan total luas lahan 1,3 juta hektare.

“Harapan kami, pada 2025 program ini sudah berjalan. Kami mulai dari sekarang dengan pemanasan, pengenalan, pelatihan, hingga implementasi di lapangan,” kata Mentan Amran.

Dia berharap program ini dapat menarik minat generasi milenial dan Z untuk terlibat di sektor pertanian. Dengan keuntungan yang bisa diperoleh, diharapkan mereka lebih tertarik dibandingkan menjadi pegawai biasa.

“Minimal, kami menargetkan pendapatan Rp 10 juta per bulan bagi mereka yang terlibat dalam program ini,” kata Mentan Amran.

Selain itu, Mentan Amran menekankan pentingnya penggunaan teknologi tinggi, seperti alat mesin pertanian, untuk menarik generasi muda ke sektor pertanian.

“Kami ingin mentransformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern, serta membangun klaster pertanian yang sejajar dengan negara maju,” tambah Mentan Amran. “Anggarannya sudah siap, peralatannya sudah siap, dan para milenial sudah siap.”

Mentan Amran juga berharap, program ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi angka pengangguran.

“Kedua, kami ingin menekan angka kemiskinan. Ketiga, meningkatkan produktivitas pangan. Dan yang terakhir, bertransformasi menjadi pertanian modern yang meningkatkan kesejahteraan semua yang terlibat,” pungkas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Ida Widhi Arsanti menambahkan, target pembentukan brigade untuk kegiatan ini adalah 1.755 brigade, yang terdiri dari 15 orang per brigade, dengan total sekitar 26.325 orang. Saat ini, sudah terbentuk 23.000 orang.

Santi, sapaanya, mengatakan, dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang sedang berlangsung ini, ada 400 orang yang berperan sebagai pendamping. Setiap pendamping nantinya akan mengawal lima brigade di lapangan.

“Selain itu, setiap 10 pendamping akan memiliki seorang mentor, yang terdiri dari dosen, guru, dan widyaiswara,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini