Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi program cetak sawah dan optimasi lahan (Oplah) untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimistis dengan program cetak sawah dan Oplah swasembada pangan bisa tergapai lebih cepat dari yang ditargetkan Prabowo, yaitu empat hingga lima tahun ke depan.
“Hari ini kami meninjau langsung persiapan cetak sawah dan Oplah yang dikerjakan oleh Brigade Pangan. Kami optimis, swasembada tercapai lebih cepat,” kata dia saat mengunjungi Blok B2, Desa Sumber Agung, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Jumat (22/11).
Sebagai dukungan kongkret untuk mempercepat tercapainya swasembada pangan, Kementan memberikan paket bantuan berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan), benih, dolomit, serta pupuk.
Selain itu, Kementan juga menyediakan akses pembiayaan melalui perbankan guna mendukung modal kelompok brigade dalam meningkatkan produksi.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Kementan, Andi Nur Alamsyah mengharapkan, program ini meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun.
“Ke depan, kami harapkan ada peningkatan signifikan pada produksi beras nasional. Khusus untuk Oplah, targetnya meningkatkan IP dari satu kedua atau bahkan tiga kali,” jelas Andi.
Hingga saat ini, kegiatan piloting cetak sawah di Kabupaten Kapuas telah dilaksanakan di lahan seluas 1.414,9 hektare dari target 1.785 hektare pada 2024.
Kementan juga merencanakan program ekstensifikasi lahan pada 2025 mendatang dengan target 150.000 hektare di Kalimantan Tengah.
“Dengan upaya ini, kami yakin, sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, swasembada pangan dapat dicapai dengan cepat dan efektif,” tambah Andi.
Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP, Teddy Dirhamsyah mengungkapkan, program cetak sawah dan Oplah juga melibatkan peran besar perbankan, termasuk Himbara dan bank daerah.
“Dukungan perbankan ini sangat penting untuk membantu kelompok tani yang mengelola lahan, baik untuk cetak sawah maupun Oplah di 12 provinsi,”kata Teddy.
Mentan Amran sebelumnya menyatakan, kehadiran lembaga keuangan perbankan memberi semangat baru dalam pengelolaan modal dan pendanaan.
Menurutnya, perbankan turut memastikan pemberian alat dan mesin pertanian dilakukan secara tepat sasaran dan terukur.
“Dengan perhitungan matang dari perbankan, kami yakin program ini akan berjalan optimal. Hal ini penting untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas dia.






























