Sinar Mas Bantu Petani Sawit Swadaya Penuhi Standar Keberlanjutan

0
Para pembicara dari Sinar Mas Agribusiness and Food (kiri ke kanan): Stephan Sinisuka, Head of Corporate Communications, Helena Delima Lumban Gaol, Head of Smallholders Innovation Department, dan Hero Sanjaya, Head of Supplier Compliance, berbincang-bincang dalam diskusi panel "Peluncuran Inisiatif RISE di Jakarta, Rabu (3 Desember 2024. (Foto: Sinar Mas/Majalah Hortus).

Sinar Mas Agribusiness and Food melalui Program Sawit Terampil membantu petani sawit swadaya menerapkan praktik terbaik, meningkatkan hasil, dan memenuhi standar keberlanjutan.

Helena Delima Lumban Gaol, Head of Smallholders Innovation Department, menyebutkan bahwa hingga Oktober 2024, lebih dari 9.000 petani swadaya telah dilatih melalui Program Sawit Terampil.

“Mereka kini menjadi bagian dari rantai pasok Sinar Mas Agribusiness and Food di beberapa kabupaten di Aceh dan Langkat, Sumatera Utara,” ujar Helena dalam konferensi pers peluncuran Inisiatif RISE di Jakarta, Rabu (4/12).

Helena juga menyampaikan rencana Sinar Mas Agribusiness and Food untuk memperluas program Sawit Terampil ini dengan target menjangkau 100.000 petani terlatih pada tahun 2035.

“Kami berencana memperluas program Sawit Terampil dengan menjangkau 100.000 petani yang dilatih pada tahun 2035,” kata Helena.

Diketahui, melalui Program Sawit Terampil, salah satu koperasi petani swadaya, Koperasi Jasa Sawit Lepan Jaya (KJSLJ) dari Langkat, Sumatera Utara, berhasil meraih sertifikasi RSPO.

Koperasi ini, yang beranggotakan 250 petani swadaya dengan total luas lahan 368 hektar, menjadi koperasi petani swadaya kedua yang berhasil memperoleh sertifikasi RSPO melalui program Sawit Terampil.

Sertifikasi diberikan kepada Ardiyanto, manajer grup sekaligus ketua KJSLJ dalam acara RSPO Roundtable Conference (RT) di Bangkok, Thailand, yang berlangsung pada tanggal 11-13 November 2024.

“Ini merupakan tonggak penting bagi para petani yang berpartisipasi dalam Program Sawit Terampil yang ingin mendapatkan sertifikasi keberlanjutan,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, Program Sawit Terampil juga mendukung petani swadaya dalam meraih sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), sesuai dengan Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) 2019-2024.

Salah satu syarat dalam RAN KSB adalah petani harus memiliki Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dari pemerintah setempat.

Untuk mempermudah proses ini, Program Sawit Terampil membantu pemerintah dan petani dalam mempercepat penerbitan STDB dengan memetakan lahan-lahan petani yang menjadi peserta program. Peta lahan (geo-location) ini menjadi salah satu dasar penting dalam penerbitan STDB.

Sementara itu, Ketua KJSLJ, Ardiyanto mengatakan, melalui Program Sawit Terampil, pihaknya mendapatkan banyak pengetahuan terkait praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan sesuai standar internasional.

“Kami juga sangat terbantu dengan pemetaan yang dilakukan oleh Program Sawit Terampil. Kami akhirnya dapat melengkapi formulir STDB dan telah menyerahkan kepada pemerintah, semoga STDB dapat segera diterbitkan,” ucap Ardiyanto.

Selain KJSLJ, organisasi petani swadaya lainnya yang berpartisipasi dalam program Sawit Terampil, CV Perangin-angin Grup (CV PAG) yang beranggotakan 299 petani di Aceh Subulussalam, juga telah mendapatkan rekomendasi dari Certification Body untuk mendapatkan sertifikasi RSPO.

Pada akhir tahun tahun 2023, peserta program Sawit Terampil yang pertama, Perkumpulan Sejahtera Petani Nusantara (PSPN) dari Aceh Utara, berhasil meraih sertifikasi RSPO di Jakarta.

Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 532,488 hektar (termasuk kebun milik petani plasma) per 31 Maret 2024.

Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,5 miliar pada tanggal 28 Maret 2024. Flambo International Limited, sebuah perusahaan investasi, saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,56 persen.

GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.

Sinar Mas Agribusiness and Food berfokus pada produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan ini meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit, serta pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit.

Selain itu, perusahaan juga bergerak dalam perdagangan dan penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah, seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel. Produk kelapa sawit yang dihasilkan kemudian diperdagangkan ke pasar global.

Perusahaan ini juga beroperasi di Tiongkok dan India, termasuk pelabuhan laut dalam, pabrik pengolahan biji minyak, kemampuan produksi untuk produk minyak nabati yang dimurnikan, serta produk makanan lainnya seperti mie.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini