Barantin Lakukan Tindakan Karantina terhadap 2.797 Sapi Bakalan Impor

0
Sapi bakalan impor di Instalasi Karantina Hewan (IKH) di wilayah Tangerang, Banten, Selasa, 7 Desember 2025. (Foto: Barantin)

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan tindakan karantina terhadap 2.797 ekor sapi bakalan dari Australia dengan cara pengasingan dan pengamatan selama 14 hari sejak kedatangan. Sapi-sapi ini tidak boleh didistribusikan sebelum masa karantina selesai.

Kepala Barantin, Sahat M Panggabean menjelaskan, tindakan karantina yang dilakukan oleh Barantin terhadap importasi sapi hidup dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh yang meliputi tahapan pre border, at border dan post border.

“Ini kita lakukan semua sama, ya. Intinya kita lakukan tindakan karantina untuk memastikan ternak tersebut sehat, tidak ada penyakitnya, misalnya PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD,” jelas Sahat saat meninjau Instalasi Karantina Hewan (IKH) di wilayah Tangerang, Banten, Selasa (7/1).

Selain tindakan karantina, sambung Sahat, seluruh populasi sapi impor tersebut  juga dilakukan vaksinasi serta penerapan biosekuriti di IKH yang ketat.

Sahat  berterimakasih pada pelaku usaha penggemukan sapi (feedloter) yang juga telah melakukan vaksinasi gratis di sekitar lingkungan IKH yaitu sekitar tiga sampai lima kilometer.

Lebih lanjut, Sahat menyampaikan, tindakan karantina pre border dilakukan di negara asal yaitu Australia pada pertengahan tahun 2024 lalu guna memastikan hewan berasal dari daerah yang bebas penyakit, dipelihara sesuai standar kesehatan dan bebas dari penyakit karantina, juga melalui analisia risiko yang mendalam.

“Hewan hidup, seperti sapi ini merupakan media pembawa karantina risiko tinggi atau high risk jadi tindakan karantinanya juga perlu analisis risiko yang baik, agar terjaga ketertelusurannya atau treceabilility,” ungkap Sahat.

Sahat menjelaskan bahwa Barantin mendukung penuh Program Makan Begizi dengan menjaga pasokan sumber pangan yaitu daging sebagai salah satu sumber protein agar tetap terjamin keamanan dan kesehatannya.

“Jadi kita pastikan sumber pangan yang kita berikan pada masyarakat aman dan sehat, sedangkan jika ada yang terdeteksi sakit maka akan dilakukan tindakan karantina pemusnahan,” ujar Sahat.

Sementara itu, Amir Hasanuddin, Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta (Karantina DKI Jakarta) yang juga hadir menyampaikan bahwa 2.797 ekor sapi Australia yang datang pada awal Januari tersebut.

“Saat ini tengah dilakukan pengasingan dan pengamatan, dan pengambilan darah terhadap 117 ekor sampel untuk diperiksa di laboratorium,” kata dia.

Berdasarkan data dari Barantin, sepanjang tahun 2024, jumlah pemasukan sapi bakalan Australia mencapai 487.452 ekor.

Pemasukan tersebut dilakukan melalui beberapa pelabuhan utama di Indonesia, antara lain Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Panjang di Lampung, Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Jawa Timur.

Selama proses pemasukan tersebut, Barantin tidak ditemukan adanya kasus penyakit PMK.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Direktur Tindakan Karantina Hewan Cici Sri Sukarsih, Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, Kepala Karantina Banten, Duma Sari Margaretha Harianja, dan Tri Nugrahwanto dari PT Tanjung Unggul Mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini