
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan tanam jagung serentak seluas 1 juta hektare yang melibatkan 19 provinsi di Indonesia.
Acara yang dipusatkan di Desa Karang Mukti, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan lahan percontohan seluas 13 hektare ini ditujukan untuk menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan pada 2025.
Mentan Amran mengapresiasi peran Polri dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya jagung. Menurut dia, kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kepolisian dapat mempercepat pencapaian swasembada jagung.
“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia atas support-nya. Arahan Bapak Presiden jelas, kita semua harus mencapai swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya, khususnya untuk padi dan jagung,” ujar Mentan Amran.
Menurut Mentan Amran, program swasembada jagung menjadi salah satu dari empat prioritas Presiden Prabowo dalam lima tahun ke depan, bersama dengan pangan bergizi, biofuel, dan hilirisasi.
“Keempat program strategis ini berakar di pertanian. Tantangan kita cukup berat, tetapi kita tidak boleh menyerah,” katam Mentan Amran.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, Polri diberi tugas untuk mendukung swasembada pangan melalui program tanam jagung. Ia optimis target 1 juta hektare akan tercapai pada kuartal keempat tahun ini.
“Kami diberi tugas untuk melaksanakan swasembada jagung dengan target penanaman satu juta hektar dalam satu tahun. Saat ini, memasuki kuartal pertama, kita telah menanam lebih dari 300 ribu hektar. Harapannya, hingga kuartal keempat, target satu juta hektar benar-benar tercapai,” kata Kapolri Sigit.
Selain itu, dia menyoroti manfaat program ini yang tidak hanya untuk swasembada pangan tetapi juga mendukung program makan bergizi.
“Program penanaman satu juta hektare ini memiliki manfaat besar, termasuk mendukung ekosistem makan bergizi gratis. Jagung yang ditanam juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ayam, bebek, dan lainnya, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas dia.
Penanaman jagung serentak ini melibatkan 19 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan Barat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional serta memacu perputaran ekonomi di desa-desa di seluruh Indonesia.





























