
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memastikan ketersediaan 265.009 ton stok pupuk bersubsidi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Vice President Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya menjelaskan, per 20 Februari 2025, Pupuk Kaltim telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 265.009 ton, yang terdiri dari 213.398 ton urea subsidi, 32.195 ton NPK Phonska, dan 19.416 ton NPK Kakao.
Dia mengatakan, dengan stok tersebut, sambung dia, Pupuk Kaltim optimistis dapat menyalurkan hasil produksi ini ke wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, yakni seluruh Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.Â
“Dengan stok sebesar 265.009 ton pupuk per 20 Februari 2025, Pupuk Kaltim optimis dapat memenuhi kebutuhan petani,” kata Anggono kepada wartawan dalam acara Swing and Connect PT Pupuk Kaltim di Jakarta, Sabtu (22/2).
Anggono juga menegaskan komitmennya untuk mengawal distribusi pupuk dan memastikan kemudahan akses bagi petani, demi tercapainya target swasembada pangan nasional.
“Hal ini tentu sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, dan juga arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Anggono.

Dia menjelaskan, dengan alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 9,55 juta ton untuk 2025, Pupuk Kaltim mendapatkan penugasan untuk menyediakan 1.139.021 ton Urea, 370.742 ton NPK Phonska, dan 147.798 ton NPK Kakao.
Anggono menyebutkan, hingga 20 Februari 2025, Pupuk Kaltim telah berhasil menyalurkan 161.725 ton pupuk bersubsidi, yang terdiri dari 117.429 ton pupuk Urea (10,3% dari alokasi), 37.056 ton pupuk NPK Phonska (10% dari alokasi), dan 7.240 ton pupuk NPK Formula Khusus (5% dari alokasi).
Adapun secara keseluruhan, Pupuk Kaltim menargetkan produksi pupuk sebanyak 6.425.000 ton pada 2025. Rinciannya, 3.430.000 ton pupuk Urea, 285.000 ton pupuk NPK, dan 2.710.000 ton Amonia.
“Hingga Februari 2025, Pupuk Kaltim telah memproduksi pupuk sebanyak 952.800 ton, dengan rincian, 516.427 ton pupuk Urea, 39.469 ton pupuk NPK, dan 396.904 ton Amonia,” kata Anggono.
Di samping pengadaan pupuk berkualitas, Pupuk Kaltim juga mendorong kemandirian industri petrokimia nasional serta program hilirisasi, salah satunya melalui pembangunan pabrik soda ash di Bontang, Kalimantan Timur.Â
Anggono mengatakan, Pupuk Kaltim berencana melakukan ground breaking untuk pabrik soda ash pertama di Indonesia, yang akan dibangun di atas lahan seluas 16 hektare di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kalimantan Timur, pada kuartal pertama tahun ini.
Dengan kapasitas produksi hingga 300.000 metrik ton per tahun, pabrik ini berpotensi menurunkan ketergantungan terhadap impor sod a ash yang amat diperlukan untuk produksi kaca, tekstil dan komoditas penting lainnya.
“Selain itu, pabrik ini juga akan menghasilkan produk sampingan amonium klorida hingga 300.000 metrik ton per tahun yang dapat menjadi bahan baku pupuk,” kata dia.
Pabrik ini mendukung ekonomi sirkular dengan menyerap 170.000 ton COâ‚‚ per tahun sebagai bahan baku soda ash. “Pabrik ditargetkan akan beroperasi pada akhir 2027 dan dapat menyerap lebih dari 800 tenaga kerja, termasuk tenaga kerja lokal,” imbuh dia.




























