Bengkulu, 19 Mei 2025 — Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, mengadakan Program Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT. Citra Widya Education (CWE) sebagai mitra pelaksana dan akan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 19 hingga 23 Mei 2025.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian para petani kelapa sawit dalam pengelolaan kebun agar sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) dan tata kelola perkebunan berkelanjutan.
Diharapkan, program ini mampu meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat sekaligus kesejahteraan petani.

Menurut Ahmad Mahfud Manager Operasional Pengembangan Bisnis PT. CWE, sekitar 42% dari total 16,38 juta hektar lahan kelapa sawit di Indonesia dikelola oleh petani swadaya dan plasma. Artinya, sekitar 6,7 juta hektar perkebunan sawit berada di tangan petani rakyat.
“Oleh karena itu, pendampingan dan peningkatan kapasitas petani merupakan kewajiban negara. Pelatihan ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian energi dan pangan melalui peningkatan produktivitas petani sawit,” ujarnya.
Pelatihan kali ini diikuti oleh 123 peserta, terdiri atas:
- 60 peserta dari Kabupaten Bengkulu Utara untuk Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit,
- 33 peserta dari Kabupaten Seluma untuk Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit, dan
- 30 peserta dari Kabupaten Bengkulu Utara untuk Pelatihan Panen dan Pascapanen.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi melalui kelas dan diskusi, tetapi juga akan melakukan studi banding ke kebun sawit perusahaan guna melihat praktik terbaik di lapangan. Seluruh narasumber dalam pelatihan ini berasal dari praktisi berpengalaman di bidangnya.
Desmon Siboro, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata dari program prioritas Presiden RI.
“Kita ingin mendorong transformasi dari budaya menjadi budidaya. Petani sebelumnya terbiasa bertani tanpa dasar teknis yang kuat. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali petani dengan pengetahuan teknis yang tepat agar petani bertransformasi untuk budidaya yang benar dan berstandar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa perkebunan rakyat seluas 96.000 hektar di Bengkulu Utara namun saat ini masih menghasilkan produksi rata-rata di bawah 7 ton/ha/tahun, hal ini menandakan bahwa masih ada yang perlu diperbaiki oleh petani.
Arian Sosial, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya.
“Ini adalah pelatihan berharga dari BPDP yang dilaksanakan oleh PT. CWE. Maka jangan disia-siakan. Jadikan pelatihan ini ajang menggali ilmu dan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi petani sawit di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Hidayatullah Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu menyatakan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Langkah ini sangat tepat untuk mengedukasi para petani. Meski telah lama menanam sawit, belum tentu teknis yang diterapkan selama ini sudah sesuai. Kami berharap peserta pelatihan tidak hanya tahu ilmunya, tetapi juga mempraktikkan langsung di kebun masing-masing,” katanya.
PT. CWE selaku pelaksana juga berharap bahwa manfaat pelatihan ini tidak berhenti pada peserta, namun dapat ditularkan kepada petani lainnya di daerah masing-masing.
Dengan demikian, pemerataan pengetahuan dan peningkatan produktivitas bisa dicapai secara kolektif.






























