Pemerintah Vietnam menyatakan akan segera menandatangani kesepakatan dengan Indonesia untuk meningkatkan pengiriman beras dalam jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (8/7), menyusul anjloknya ekspor beras Vietnam pada paruh pertama tahun ini.
Dilansir dari Reuters, pengumuman tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh bertemu dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di sela-sela KTT BRICS di Brasil.
Indonesia selama ini menjadi salah satu pasar utama bagi beras Vietnam. Namun, sepanjang semester pertama tahun ini, volume pengiriman turun drastis hingga 97 persen, menyisakan hanya 19.000 metrik ton.
Penurunan itu sebagian disebabkan oleh tingginya stok beras dalam negeri Indonesia.
Vietnam merupakan eksportir beras terbesar ketiga di dunia setelah India dan Thailand. Namun, Indonesia mengurangi pembeliannya sebagian karena tingginya stok beras dalam negeri.
Pemerintah Vietnam menyatakan bahwa kesepakatan dagang tersebut akan berkontribusi terhadap ekspor beras yang berkelanjutan dan jangka panjang bagi Vietnam serta “menjamin ketahanan pangan bagi Indonesia.”
Dalam pertemuan itu, Chinh juga mengatakan bahwa dirinya akan menginstruksikan kementerian perdagangan Vietnam untuk bekerja sama dengan otoritas Indonesia guna membuka akses pasar satu sama lain secara lebih luas.






























