Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp 40 triliun untuk pengembangan industri pengolahan produk perkebunan, seperti kelapa, kakao, mente, dan kopi.
Menurut Mentan Amran, sudah saatnya Indonesia naik kelas, dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi negara pengolah dan eksportir produk perkebunan bernilai tambah tinggi.
“Selama ini, negara lain mengolah kakao dan kopi kita, lalu mengekspor dengan nilai puluhan kali lipat. Kini saatnya Indonesia memimpin hilirisasi komoditas kita sendiri,” tegas Mentan Amran dalam sebuah forum di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (30/7).
Hilirisasi, lanjutnya, akan memberikan dampak besar, dengan potensi untuk meningkatkan nilai ekspor dari Rp 20 triliun menjadi Rp 2.000 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru, mengembangkan industri desa, dan memperkuat ekonomi lokal.
“Kita stop jadi penonton. Mulai sekarang, komoditas unggulan kita harus diolah oleh anak bangsa sendiri,” tambahnya.
Dalam forum yang juga dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan akademisi UGM Prof. Jamhari tersebut, Mentan Amran memaparkan data kontribusi pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi terbesar nasional, yakni mencapai 10,52 persen.
Capaian ini diperkuat oleh keberhasilan menjaga stok pangan nasional di tengah ancaman krisis global.
Data BPS menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menyerap 19,41 persen tenaga kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024, menjadikannya sebagai sektor lapangan usaha penyerap tenaga kerja terbesar kedua setelah perdagangan.
Angka ini menegaskan bahwa pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah, serta menjadi tumpuan hidup jutaan keluarga di pedesaan.
Mentan Amran juga menyoroti pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi tinggi, dari drone hingga mesin tanam otomatis. Mentan menyebut DIY sebagai role model nasional dibidang pertanian.
“Dengan kombinasi karakter pemimpin seperti Pak Sultan, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, saya yakin Indonesia akan jadi negara superpower di dunia,” tutup Amran.






























